LANGIT7.ID - , Jakarta - Ratusan juta orang di sebagian besar India dan Pakistan terpapar gelombang panas mematikan selama hampir dua bulan. Temperatur yang tinggi mulai membakar kedua negara pada pertengahan Maret, jauh lebih awal dari puncak musim panas biasanya pada bulan Juni.
Seorang petani di dataran India Utara, Vigyan Shukla, mengatakan kondisi ini membuat orang-orang tidak bisa bekerja. Dirinya pun terpaksa memangkas jam kerja buruh tani selama panden gandum dan miju-miju tahun ini.
Baca juga: Indonesia Panas Terik, BMKG Pastikan Bukan Heatwave“Kalau soal satu atau dua hari, orang bisa berusaha keras melewatinya. Tapi dengan gelombang yang lebih panjang ini, mereka jatuh sakit," ujar Vigyan dikutip dari Washington Post, Selasa (10/5/2022).
Biasanya, gelombang panas di India hanya mempengaruhi sebagian negara, terjadi di musim panas dan hanya berlangsung selama seminggu atau lebih.
Pada Senin (9/5/2022), Bandara Kandla mencatat suhu maksimum tertinggi 44,8 derajat Celcius di negara bagian itu diikuti oleh Surendranagar pada 44 derajat Celcius dan Ahmedabad pada 43,1 derajat Celcius.
Lalu, apa itu gelombang panas atau
heat wave?
Menurut World Meteorological Organization (WMO) gelombang panas adalah fenomena kondisi udara panas berkepanjangan selama 5 hari berturut-turut. Suhu di kondisi ini lebih tinggi 5 derajat atau lebih dari suhu maksimum harian.
Umumnya fenomena gelombang panas ini terjadi di wilayah Eropa dan Amerika karena kondisi dinamika atmosfer di lintang tengah.
Mengutip dari laman Universitas Indonesia, benua Asia sepertinya juga tidak bisa menghindar dari fenomena gelombang panas ini. Asia Selatan serta Timur Tengah seperti sasaran empuk bagi gelombang panas.
Tahun lalu, India juga mengalami gelombang panas selama beberapa waktu. Kondisi lembab terjadi di Delhi yaitu mencapai suhu maksimum 38,2 derajat celcius.
Baca juga: Fenomena Panas Terik, BMKG Imbau Masyarakat Jaga Stamina TubuhKota tersebut telah mengalami empat hari gelombang panas pada bulan Juli tepatnya pada 1 Juli dengan suhu maksimum 43,1 derajat Celsiuc, 2 Juli dengan suhu tertinggi 41,3 derajat Celcius, 7 Juli dengan suhu 42,6 derajat Celcius dan pada 8 Juli dengan suhu maksimum mencapai 41,8 derajat Celcius.
Sementara kondisi di Timur Tengah juga tak kalah panas, Iran diketahui mencapai suhu terpanasnya yaitu 51 derajat Celcius di Omidieh, 50.1 derajat Celcius di Abadan, 45.5 derajat celcius di Bam. Sementara itu di Turkmenistan dan Uzbekistan suhu mencapai 46.7 derajat Celcius dan 44.7 derajat Celcius.
Selain itu masih banyak lagi wilayah di Asia yang mengalami kenaikan suhu ekstrim akibat dari fenomena gelombang panas.
(est)