Sejumlah negara di Eropa tengah menghadapi gelombang panas yang sangat menyiksa. Wilayah yang biasanya dikenal memiliki tingkat kepemilikan AC rendah, kini berubah menjadi keharusan memiliki AC sebagai salah satu solusi terbaik mengatasi heat wave.
Sejumlah wilayah di Arab Saudi kembali dilanda cuaca panas ekstrem. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (National Center for Meteorology/NCM) melaporkan bahwa Al Ahsa menjadi daerah dengan suhu tertinggi pada Rabu (16/7/2026), yakni mencapai 49 derajat Celsius.
Suhu panas ekstrim melanda Eropa bahkan memecahkan rekor di bulan Juni ini. Fenomena tersebut pun terus memakan korban jiwa seperti yang terjadi di Spanyol dan Prancis. Pihak berwenang juga membatalkan konser dan acara publik lainnya karena risiko kesehatan.
Studi terbaru ungkap gelombang panas percepat penuaan hingga 14 bulan pada orang di atas 56 tahun! Suhu ekstrem memicu peradangan sel dan perubahan DNA. Temukan dampak cuaca panas pada kesehatan dan cara melindungi diri Anda sekarang.
Presiden Dewan Ibadah Muslim Regional Rhne-Alpes (CRCM), Benaissa Chana menyerukan kepada masjid-masjid di Prancis untuk memanjatkan doa bersama sebagai upaya meminta permohonan Allah SWT mengatasi kekeringan di negara tersebut.
Gelombang panas merupakan periode cuaca panas yang tidak biasa, dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat celsius. Cuaca panas ekstrem ini biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika.
Kepala petugas paramedis di St Johns Ambulance Martin Berry menjelaskan, bahaya kesehatan suhu tinggi dibagi menjadi dua tahap, pertama kelelahan akibat panas.
Pada Kamis (14/7), suhu mencapai 47 derajat Celcius (116,6 derajat Fahrenheit) di kota Pinhao. Angka tersebut merupakan suhu terpanas yang pernah tercatat di Portugal pada Juli.