LANGIT7, Lisbon - Sejumlah negara mengalami fenomena gelombang panas, salah satunya Portugal. Perubahan iklim menyebabkan suhu terus meningkat bahkan mencapai 40 derajat Celsius. Fenomena ini menewaskan lebih dari 1.000 jiwa di negara tersebut.
Lantas bagaimana gelombang panas bisa menyebabkan kematian ribuan orang?
Melansir dari
Telegraph, Kamis (21/7/2022) orang tua dan anak-anak menjadi kelompok yang paling berisiko akibat gelombang panas. Penyakit dan kematian akibat gelombang panas bisa terjadi pada siapapun, baik orang-orang yang fit dan sehat, maupun kelompok berisiko tinggi.
Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Landa Spanyol dan Portugal, 322 Orang TewasKepala petugas paramedis di St John’s Ambulance Martin Berry menjelaskan, bahaya kesehatan suhu tinggi dibagi menjadi dua tahap, pertama kelelahan akibat panas. Panas dapat mengakibatkan seseorang merasa pusing, haus berlebih, dan sangat banyak mengeluarkan keringat.
"Seseorang akan merasa pusing, haus yang berlebihan, dan menjadi sangat berkeringat. Ini biasanya pertanda bahwa seseorang terlalu lama berada di bawah sinar matahari, atau terlalu memaksakan diri dan suhu tubuh meningkat terlalu tinggi," ujar Berry.
Kondisi ini tidak akan menjadi lebih parah selama seseorang dapat segera mencari lokasi dengan suhu lebih dingin. Namun, jika memaksakan diri di tempat panas suhu tubuh terus meningkat seseorang akan mengalami
heat stroke.
Baca Juga: Ibadah Haji Berlangsung di Musim Panas, Suhu Mencapai 50 Derajat CelsiusPada saat kondisi tubuh mencapai 40 derajat celcius, pembuluh darah akan mulai melebar. Artinya, tekanan darah turun dan lebih sedikit darah yang dikirimkan ke organ utama. Akibatnya, tubuh memperoleh lebih sedikit bahan bakar seperti oksigen dan gula.
Selain itu, kondisi seseorang yang kepanasan akan terlihat memerah, hangat ketika disentuh, bahkan kehilangan kesadaran. Pada titik darurat medis seperti ini, glukosa dan oksigen ke otak membuat seseorang mengalami kejang dan irama jantung tidan efektif.
Diketahui tubuh manusia berfungsi paling baik pada suhu 37 derajat Celsius. "Saat terlalu panas dan mengalami dehidrasi, darah mengalami pengentalan sehingga membuat jantung harus memompa lebih keras. Ini mengakibatkan jantung dan organ lainnya bisa rusak parah atau gagal fungsi," kata Berry.
Baca Juga: 6 Kota di Indonesia Ini Pernah Dilanda Suhu TerpanasSejatinya, tubuh memiliki mekanisme mengatur kelebihan panas melalui berkeringat. Namun jika suhu panas berlebih, seluruh organ bisa saja gagal melakukannya. Hal tersebut akibat kurangnya kelembapan.
Baca Juga:
Masuki Musim Kemarau, BPBD Imbau Masyarakat Hemat Air
Tips Kurangi Efek Negatif pada Tubuh Akibat Cuaca Panas Berlebih
Bumi Memanas, Suhu Tahunan Diperkirakan Naik 1,5 Derajat Celcius(asf)