LANGIT7.ID, Jakarta - Suhu Bumi kian tinggi sehingga menimbulkan
cuaca panas dan terik di berbagai belahan dunia. Badan Meteorologi Inggris memperkirakan suhu tahunan Bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat celcius selama lima tahun ke depan.
Kenaikan suhu tersebut diyakini hanya bersifat sementara. Namun, para peneliti mencemaskan kenaikan suhu secara keseluruhan. Secara umum, 93 persen kemungkinan pada 2022 sampai 2026 akan muncul rekor suhu terpanas di Bumi.
Baca Juga: Masuki Musim Kemarau, BPBD Imbau Masyarakat Hemat AirPrakiraan ini merupakan gambaran besar prediksi iklim global dan regional pada skala waktu tahunan serta musiman berdasarkan rata-rata jangka panjang menggunakan simulasi komputer canggih. Periset Utama Laporan Badan Meteorologi Inggris, Leon Hermanson mengatakan, fenomena ini cukup mengkhawatirkan.
"Hal mendasar yang berubah adalah tingkat karbondioksida di atmosfer yang perlahan naik. Kita perlu terus melakukan segala cara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil," ujarnya, melansir dari NPR, Rabu (11/5/2022).
Seiring tingginya pemanasan gas di atmosfer selama tiga dekade terakhir, suhu global juga meningkat secara bertahap. Diketahui, pada 2015, suhu rata-rata dunia untuk pertama kali naik 1 derajat celcius.
Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km ke Sungai BebengKenaikan itu berada di atas tingkat peningkatan suhu setelah pra-era industri. Karena itu, Perjanjian Iklim Paris, Prancis, yang diteken banyak negara menargetkan setiap pemerintahan dunia untuk menahan kenaikan suhu rata-rata global di angka 1,5 derajat celcius.
Hermanson menegaskan, seluruh pihak di dunia harus melakukan antisipasi kenaikan suhu global yang signifikan. "Selama kita terus mengeluarkan gas rumah kaca, suhu akan terus meningkat. Lautan akan menjadi lebih hangat dan asam, es laut dan gletser terus mencair, permukaan laut terus naik, cuaca akan lebih ekstrem," ucapnya.
Adapun dampak kenaikan suhu global yang pernah terjadi adalah kebakaran hutan, di Amerika Serikat pada 2021 lalu. Selain itu, dampak lainnya berupa
gelombang panas dramatis yang kini melanda India dan Pakistan.
Baca Juga:
Gerhana Bulan Total 15-16 Mei 2022, Indonesia Tak Kebagian
BMKG Deteksi Siklon Tropis Karim di Indonesia, Ini Dampaknya(asf)