LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Rylan Pribadi, cucu konglomerat
Henry Pribadi,
meninggal dunia dalam usia 17 tahun. Dailymail melaporkan Ryan Pribadi meninggal dalam kecelakaan olahraga ski di Niseko, Hokkaido, Jepang pada 7 Januari 2026 lalu.
Insiden terjadi saat ia sedang melakukan aktivitas
musim dingin. Berdasarkan keterangan kepolisian setempat dan laporan media, Rylan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Liburan Berujung Duka, Pelatih Valencia B Meninggal Dunia dalam Insiden Kapal di Pulau PadarRylan adalah anak pengusaha ternama Reza Pribadi, putra pendiri Napan Group, Henry Pribadi.
Ungkapan dukacita disampaikan sejumlah tokoh seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto.
"Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi," tulis Airlangga di akun Instagramnya.
Ketua Umum Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin)
Anindya Bakrie juga menyampaikan belasungkawa lewat akun Instagram miliknya.
"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi. Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda. Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya. Dari usia dini, Rylan melambangkan kepintaran, tata krama, sportifisme, kerja keras dan prestasi yang membanggakan," tulis Anindya.
Baca juga: Kabar Duka, Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan MotorRylan, yang lahir pada 22 Februari 2008 ini merupakan bagian dari keluarga pendiri Napan Group, sebuah kelompok usaha besar yang berjaya di era 1980 hingga 1990an.
Napan Group mencapai masa kejayaannya pada dekade 1990-an dengan mengelola puluhan anak perusahaan dan membukukan pendapatan melampaui Rp1 triliun di tahun 1996. Prestasi ini mengukuhkan posisi Henry Pribadi sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia.
(est)