LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian langsung terhadap kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh perkembangan di lapangan terus dimonitor oleh Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya setiap menit. Ia menekankan bahwa penanganan korban kini menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden.
Dadan menjelaskan bahwa laporan terkait insiden tersebut wajib ia sampaikan secara berkelanjutan kepada Sekretariat Kabinet. Ia memastikan Presiden sudah memerintahkan agar seluruh langkah penanganan dilakukan secara optimal. Di RSUD Koja, tempat sebagian korban dirawat, Dadan kembali menyampaikan langsung situasi terbaru usai kecelakaan.
Sebelum memaparkan kronologi teknis, Dadan lebih dulu menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya kelalaian dalam operasional mobil MBG. Ia mengingatkan bahwa layanan pangan tersebut sudah berjalan tanpa hambatan di SDN 01 Kalibaru sejak 24 Maret 2025 dan baru menghadapi gangguan dalam dua hari terakhir.
Menurut penjelasan Dadan, kendala bermula ketika sopir utama tidak dapat bertugas karena sakit. Mobil kemudian dioperasikan oleh sopir cadangan yang meski memiliki SIM, dinilai kurang terbiasa menghadapi jalur menuju sekolah. Situasi diduga memburuk ketika terjadi kepanikan saat perpindahan gigi.
Baca juga: Polisi: Pengemudi Mobil MBG Tabrak Siswa SD Adalah Sopir Pengganti"Sopirnya punya SIM, hanya mungkin kurang pengalaman. Jalan menuju sekolah agak menanjak, dan kami perkirakan ada kepanikan saat pindah gigi dari dua ke satu sehingga salah menginjak pedal,” jelasnya.
Akibat kecelakaan itu, total 22 orang menjadi korban. Dadan memaparkan bahwa 11 di antaranya telah kembali ke rumah, empat masih dirawat di RS Cilincing, dan tujuh lainnya menjalani perawatan di RSUD Koja—termasuk satu orang guru. Dua korban mendapat perawatan intensif.
“Satu sangat stabil. Yang satu memerlukan penanganan khusus dan ditangani tiga dokter: dr Hasan, dr Riza, dan dr Dita. Semua biaya ditanggung Badan Gizi Nasional,” kata Dadan.
Baca juga: Kronologi Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru Cilincing: Masuk dengan Kecepatan TinggiBaca juga: Mobil Pengangkut MBG Tabrak Sejumlah Siswa SDN 01 Kalibaru di CilincingPermintaan keluarga agar standar operasional prosedur (SOP) dievaluasi dikatakan akan ditindaklanjuti secara menyeluruh, terutama dalam hal seleksi sopir cadangan.
“Ini menjadi insight baru bagi kami agar KSPPG lebih cermat memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sopir cadangan tersebut merupakan pegawai SPPG Walangsari dan sebelumnya sudah pernah mengisi posisi sopir utama.
Mengenai proses hukum, BGN menyatakan mengikuti sepenuhnya langkah kepolisian. “Sopirnya sekarang di Polsek. Setelah ini saya akan ke sana untuk mendapat keterangan,” ungkap Dadan.
Ia juga mempertimbangkan penghentian sementara layanan pengiriman MBG dari SPPG, sambil menunggu kondisi psikologis murid di sekolah tersebut. “Kita harus lihat apakah sekolah sementara masih menerima layanan. Jangan sampai dipaksakan ketika anak-anak masih trauma,” tandasnya.
(lam)