Oleh: Anwar AbbasLANGIT7.ID-Pemerintah, kata Bung Hatta, memiliki kewajiban moral untuk melindungi rakyat, menyediakan kebutuhan hidup mereka, dan menciptakan keadilan sosial. Oleh karena itu, jika ada elemen masyarakat yang ikut membantu tugas-tugas pemerintah atau negara, maka sudah sepatutnya pemerintah memfasilitasi, memberdayakan, dan membantu inisiatif tersebut agar kemakmuran dapat dicapai bersama secara merata.
Salah satu tugas pemerintah adalah melindungi dan menjaga kesehatan masyarakat. Jangan sampai ada warga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan protein yang mereka perlukan, baik yang berasal dari protein nabati maupun protein hewani.
Menurut data yang ada, tingkat konsumsi riil daging sapi nasional rata-rata hanya berkisar antara 2,5 hingga 2,7 kilogram per kapita per tahun. Itu pun sepertiganya diperoleh masyarakat secara gratis dalam momentum Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Meski demikian, angka tersebut masih jauh berada di bawah rata-rata global yang berada di kisaran 6 kilogram per kapita per tahun.
Di sinilah kita melihat relevansi bantuan sapi potong (bukan kurban) dari Presiden Prabowo yang diambil dari dana APBN dan diberikan dalam momentum Idul Adha. Ada beberapa arti dan makna penting yang bisa dipetik dari bantuan sapi potong presiden tersebut.
Pertama, bantuan tersebut ikut mensyiarkan dan menyemarakkan Idul Adha. Hal ini sesuai serta sejalan dengan jiwa dan semangat UUD 1945 Pasal 29 ayat (1) dan (2).
Kedua, pemerintah sebagai pihak yang bertugas melindungi rakyat, terutama dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, sepantasnya dalam momentum Idul Adha juga ikut berpartisipasi dengan memberikan bantuan sapi potong kepada warga masyarakat. Dengan demikian, dagingnya dapat dibagikan bersama daging kurban yang ada sehingga jumlah orang yang menerima, maupun jumlah daging yang dapat diterima dan dikonsumsi masyarakat, bisa meningkat. Pada akhirnya, tingkat kesehatan masyarakat juga diharapkan dapat meningkat.
Ketiga, secara ekonomi, keterlibatan Prabowo sebagai Presiden dalam memberikan bantuan sapi potong telah berpengaruh terhadap meningkatnya permintaan sapi dengan bobot antara 700 hingga 1.000 kilogram. Dengan meningkatnya permintaan tersebut, keuntungan dan kesejahteraan para peternak diharapkan juga akan meningkat, dan itulah yang kita harapkan.
(Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Anwar Abbas)
Catatan: Saya berbicara atas nama pribadi dan warga bangsa, bukan atas nama organisasi.(lam)