Oleh: Anwar AbbasLANGIT7.ID-Tekad Prabowo untuk memberantas korupsi dan menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab perlu didukung apalagi dilihat dari perspektif agama. Sebagai orang yang beragama kita yakin hidup ini tidak hanya akan berhenti dan berakhir di dunia ini saja tapi akan berlanjut ke hari akhir yaitu hari dimana kita harus mempertanggungjawabkan amanah yang sudah dipercayakan kepada kita.
Untuk itu kepada saudara-saudara yang menjadi pejabat, berhati-hatilah dengan jabatan yang ada bersama saudara. Jangan sampai dalam melaksanakan tugas karena tergoda oleh dunia, lalu melakukan praktek korupsi dan hal-hal yang tidak terpuji lainnya. Sebab dampaknya terhadap diri kita nanti di hari akhir sangat besar.
Ada beberapa hadis Nabi yang perlu dicamkan baik-baik. Pertama, hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Dalam hadis itu Nabi Muhammad saw bersabda: Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah akan mengharamkan surga atasnya. Ini artinya dia akan dimasukkan oleh Allah swt ke dalam api neraka.
Kedua, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dalam hadis tersebut Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang mengambil hak orang lain walau hanya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan rantai ke lehernya (pada hari kiamat nanti) seberat tujuh lapis bumi.
Oleh karena itu, bila hal-hal seperti itu yang akan terjadi pada diri kita nanti di hari akhir maka celakalah hidup ini karena berarti kita sudah jelas akan hidup menderita sebab sudah pasti tidak akan ada di antara kita yang akan sanggup menahan siksa yang akan didapat di dalamnya karena api neraka itu sangat panas.
Di dalam salah satu hadis dikatakan bahwa panas api neraka itu berlipat-lipat kali lebih dahsyat dibandingkan api yang paling panas di dunia ini. Bahkan saking panasnya, dalam salah satu hadis dikatakan oleh Rasulullah bahwa siksaan yang paling ringan bagi penduduk neraka adalah ia memakai sandal dari api yang dapat mendidihkan otaknya karena panasnya kedua sandal yang dipakainya.” (HR. Muslim).
Hal ini tentu tidak kita inginkan. Untuk itu agar hal-hal tersebut tidak menimpa kita nanti maka laksanakanlah amanah yang ada dengan baik dan janganlah kita melakukan praktek korupsi atau mengambil dan memakan sesuatu yang bukan hak kita.
Agar sikap dan tindakan baik kita itu bernilai di mata Tuhan maka janganlah motiv kita untuk menjaga diri dari berbuat tercela tersebut karena takut kepada Prabowo tapi karena takut kepada Allah swt sebab dengan cara itulah tindakan kita akan bisa mendapatkan pahala dari-Nya dan akan bisa menyelamatkan kita nanti di hari akhir di depan pengadilan-Nya.
Semoga.
(Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI)(lam)