LANGIT7.ID-, Riyadh - - Sejumlah wilayah di
Arab Saudi kembali dilanda cuaca
panas ekstrem. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi
(National Center for Meteorology/NCM) melaporkan bahwa Al Ahsa menjadi daerah dengan suhu tertinggi pada Rabu (16/7/2026), yakni mencapai 49 derajat Celsius.
Data tersebut dirilis setelah NCM mengeluarkan peringatan
gelombang panas yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Kerajaan Arab Saudi sepanjang pekan ini.
Baca juga: Fenomena Panas Ekstrem, Pakar UGM Ingatkan Bahaya Heat Stroke: Bisa Ancam NyawaSetelah Al Ahsa, wilayah Al Qaisumah mencatat suhu hingga 48 derajat Celsius.
Sementara itu, suhu 46 derajat Celsius tercatat di sejumlah kota, yakni
Madinah, Buraidah, Rafha, dan Wadi Al-Dawasir.
Adapun ibu kota Riyadh, kemudian
Al Ula, dan Arar sama-sama mencatat suhu maksimum 45 derajat Celsius.
Sedangkan Dammam dan Sharurah masing-masing mengalami suhu udara hingga 44 derajat Celsius.
Pihak NCM mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mematuhi panduan keselamatan selama cuaca panas ekstrem berlangsung.
Baca juga: BMKG Beberkan Penyebab Panas Ekstrem Mei 2025, Bukan Hanya Karena Musim KemarauBagi jamaah umrah maupun wisatawan yang sedang berada di Arab Saudi, kondisi cuaca ini juga menjadi pengingat untuk menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, mengenakan pakaian yang nyaman, dan memperbanyak konsumsi air agar terhindar dari risiko dehidrasi maupun gangguan kesehatan akibat suhu yang sangat tinggi.
(est)