Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hati-hati, Jangan Mudah Membid'ahkan dan Mengkafirkan Sesama Muslim

Muhajirin Selasa, 08 November 2022 - 20:05 WIB
Hati-hati, Jangan Mudah Membid'ahkan dan Mengkafirkan Sesama Muslim
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pakar Ilmu Akidah dan Guru Besar di Universitas Jabhah Al-'Ilmiyyah, Sudan, Syaikh Khalid Abdul Lathif Muhammad Nur, meminta sesama muslim agar tidak mudah membid'ahkan dan mengkafirkan satu sama lain.

Seorang muslim tidak boleh gampang dan tergesa-gesa memvonis sesat kepada seseorang. Imam Utsman Ad-Darimi dalam kitab Ar-Radd ‘alal Jahmiyyah, mengatakan:

والبدعة أمرها شديد، والمنسوب إليها سيئ الحال بين أظهر المسلمين، فلا تعجلوا بالبدعة، حتى تستقينوا وتعلموا أحقا قال أحد الفريقين أم باطلا؟

"Dan bid'ah itu urusan berat, dan orang yang terkait kepadanya itu buruk kondisinya di antara nampaknya muslimin, tapi jangan terburu-buru dengan memvonis bid'ah, hingga yakin dan mengetahui bahwa salah satu dari dua kelompok berkata apakah itu benar atau batil?".

Baca Juga: Saling Membid’ahkan Bisa Menimbulkan Perpecahan Antarumat

Dalam fatwa Islamweb No. 19773 disebutkan, salah satu ketentuan mengeluarkan vonis bid'ah dan kafir, yaitu:

أن وتحقق في القائل المعين أو الفاعل المعين بشروط، وهي العلم والاختيار وعدم التأويل، وبالتالي تنتفي عنه موانع الجهل والإكراه والتأويل حتى يحكم عليه بالتكفير أو التبديع.

"Terealisasikan syarat-syarat pada pengucap atau pelaku, yaitu diketahui, ada ikhtiar, dan tanpa ta'wil. Sehingga akan ditiadakan penghalang-penghalang kebodohan, pemaksaan, dan ta'wil, hingga dikeluarkan vonis kafir atau bid'ah baginya".
Maka itu, Syaikh Khalid meminta agar setiap muslim tidak gampang membid'ahkan sesama muslim. Apalagi, jika hanya berbeda pandangan. Para ulama terdahulu pun banyak yang berbeda pendapat, tapi tidak sampai pada tahap mengkafirkan dan membid'ahkan.

Menurut dia, ahli bid’ah sesungguhnya adalah orang yang menyelisihi Al-Qur’an, Sunnah, dan ijtima para ulama terdahulu. Demikian pula dengan status kafir. Saat masih hidup di dunia, setiap orang memiliki kesempatan bertaubat sehingga bisa terhindar dari siksa neraka.

Baca Juga: UFS: Pentingnya Toleransi Sesama Muslim Jaga Ukhuwah Islamiyah

"Didapati mereka itu tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan dari ulama dalam hal memvonis bid’ah, sehingga mereka membid'ahkan orang-orang yang seharusnya tidak dibid'ahkan. Dan mereka mudah memvonis sesat, serta lainnya. Hati-hati, kamu pasti dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kamu ucapkan,” kata Syaikh Khalid di kanal شذرات التوحيد, dikutip Selasa (8/11/2022).

Hal senada disampaikan Ahli Ushul Fikih dan Mudir Madrasah Tinkert, Maroko, Syaikh Maulud As-Sariri, mengatakan, seorang muslim menyikapi perkara khilafiyah dengan santai. Tidak boleh tegang dan fanatik pada mazhab tertentu, apalagi membid'ahkan secara serampangan.

Dalam penetapan hukum fikih, ulama sudah metode khusus. Ada dalil hingga analisis kaidah fikih. Metode itu harus diikuti sehingga tidak gampang membid'ahkan dengan orang yang berbeda pendapat.

“Fanatik kepada mazhab adalah penyakit. Seseorang harus menyelamatkan diri dari hal tersebut,” kata Syaikh Maulud di kanal مدرسة تنكرت العتيقة, dikutip Selasa (8/11/2022).

Baca Juga: KH Hasyim Asy’ari Mewanti-wanti Bahaya Perpecahan

Dia menjelaskan, seorang muslim tidak dibebankan untuk mempertahankan pendapat-pendapat manusia. Akan tetapi, setiap muslim hanya dibebani untuk beramal berdasarkan syariat Islam. syariat Islam itu sudah disampaikan Rasulullah SAW.

“Setiap ulama yang menyandarkan pendapatnya kepada dalil syar’i dengan selamatnya metode pengambilan hukum dari dalil, maka itu tergolong hukum fikih dan pendapat syar’i,” kata Syaikh Maulud.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)