LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta periode 2009-2017, Prof. Dr. Rochmat Wahab, mengatakan, Hadratussyaikh
KH Hasyim Asy'ari merupakan tokoh yang gencar mendakwahkan pentingnya persatuan dan bahayanya perpecahan.
KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri
Nahdlatul Ulama, nasionalisme beliau tidak diragukan lagi. Di masa beliau, kondisi sosial politik menjelang kemerdekaan mengalami perubahan orientasi dan karakteristik. Menjelang 1945, banyak muncul gerakan nasional mulai dari pergerakan sosial maupun politik. Potensi perpecahan antara pergerakan dan organisasi pun mulai muncul.
"Perubahan itu ditandai dengan kemunculan organisasi-organisasi sosial, dan juga pemerintahan Belanda memberikan ruang kebebasan kepada rakyat Indonesia. Di sinilah, ada keinginan bagi semua para tokoh Tanah Air, terbuka motivasi, karena ada peluang untuk berkembang," kata Mantan Ketua PWNU DIY itu dalam webinar yang digelar Akademi Hikmah, dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca Juga: Kisah KH Hasyim Asy’ari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
Kendati Hadratussyaikh wafat setelah dua tahun Indonesia merdeka. Namun, beliau meninggalkan gerakan perjuangan dan pemikiran tentang pentingnya persatuan dan persaudaraan. Beliau tidak hanya berjuang untuk agama, tapi juga untuk bangsa Indonesia.
"Pemikiran KH Hasyim tentang persatuan bangsa terlihat pada beberapa tulisan dan maklumatnya," kata Prof Rochmat.
Maklumat KH Hasyim Asy'ari tentang Pentingnya PersatuanDalam Muqaddimah Qanun Asasi,
KH Hasyim Asy'ari menuliskan maklumat tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Beliau menuliskan maklumat tentang pentingnya menjaga persatuan sebagai berikut:
"Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk yang harus hidup bermasyarakat (komunal) dan berinteraksi dengan yang lain. Karena seseorang tidak akan mampu memenuhi segala kebutuhannya sendiri.
Baca Juga: Tepis Tuduhan NU Ahlul Bid'ah, UAS Teliti Kepakaran KH Hasyim Asy'ari di Bidang Hadits
Suatu keharusan baginya untuk bermasyarakat, berkumpul yang membawa manfaat bagi umatnya dan menolak kemudaratan serta ancaman darinya. Sebab itu, persatuan, ikatan batin, saling bantu dalam suatu masalah dan kesepakatan bersama merupakan penyebab kebahagiaan dan faktor penting dalam menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.
Sungguh banyak negara-negara yang menjadi makmur, rakyat banyak yang menjadi pemimpin hebat, pembangunan merata, negeri-negeri menjadi maju, kedaulatan pemerintah ditegakkan, jalan-jalan menjadi mudah, perhubungan menjadi ramai dan masih banyak lagi manfaat dari persatuan yang merupakan keutamaan yang agung serta menjadi sarana yang paling ampuh." (Lihat: Muhammad Hasyim Asy'ari, Muqaddimah Qanun Asasi Jam'iyyah Nahdlatul Ulama pada At-tibyan [Jombang: Maktabah at-Turats al-Islami,t.t] hal. 22)
Maklumat Bahayanya PerpecahanKH Hasyim Asy'ari juga menuliskan tentang bahayanya perpecahan yakni sebagai berikut:
"Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kemacetan, sumber keruntuhan dan kebinasaan dan penyebab kehinaan dan kenistaan.
Baca Juga: Shoulatiyah, Tempat Belajar KH Hasyim Asy'ari di Makkah
Betapa banyak keluarga-keluarga besar semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni, sampai suatu ketika kalajengking perpecahan menghampiri mereka. Biasanya menjalar meracuni hati mereka dan setan pun melakukan perannya, mereka porak-poranda. Dan rmah-rumah mereka runtuh berantakan." Lihat: Asy'ari,Muqaddimah, hal. 23)
(jqf)