Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Peringatan Hari Kartini, Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar Gelar Diskusi Perempuan & Pendidikan

lusi mahgriefie Kamis, 23 April 2026 - 07:46 WIB
Peringatan Hari Kartini, Kemendikdasmen Gandeng Poros Pelajar Gelar Diskusi Perempuan & Pendidikan
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Momen peringatan Hari Kartini bukan hanya sekadar perayaan dengan mengenakan busana adat Nusantara saja. Melainkan lebih dari itu, mengingat Kartini merupakan simbol energi bagi gerakan perempuan Indonesia yang berjuang untuk pendidikan, keadilan, dan kesempatan.

Demikian disampaikan Kepala Biro Umum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Herdiana saat membuka Diskusi Publik bertajuk Perempuan dan Pendidikan, yang diselenggarakan Kemendikdasmen bersama Poros Pelajar dari perwakilan berbagai organisasi kesiswaan se Indonesia di Tangerang Selatan, Selasa 21 April.

Oleh karena itu, lanjut Herdiana, memaknai Hari Kartini harus melihat energi, gerakan, dan gagasannya tentang pendidikan, keadilan, dan kesempatan yang sampai kapan pun tidak akan pernah selesai.

"Kalau hari ini kita masih berbicara tentang pendidikan, berbicara tentang keadilan, juga tentang kesempatan, itu artinya semangat Kartini masih sangat relevan sampai saat ini," sambung Herdiana.

Baca juga: Nikita Willy Dibuat Nangis Indra Priawan di Hari Kartini 2026

Menurut Herdiana ada tiga peran penting perempuan dalam pendidikan, yaitu:

Pertama, berkaitan dengan pendidik karakter, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas di Kemendikdasmen.
Seorang ibu menjadi tempat anak belajar pertama kali tentang akidah, akhlak, dan nilai nilai kehidupan.

Kedua, perempuan sebagai pilar generasi. Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh pendidikan yang diberikan oleh perempuan.

Ketiga, perempuan menjadi fondasi pendidikan. Ibu mendidik anak sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan.

Tentang kesempatan pendidikan bagi perempuan, Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Desi Elvera Dewi, menyampaikan bahwa ada peningkatan peran perempuan saat ini, termasuk juga partisipasi dalam pendidikan yang meningkat. Walaupun menurut Desi masih terdapat catatan dalam partisipasi pasar kerja dan sosial-ekonomi.

Ia berpendapat, meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi.

"Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja," tambah Desi.

Baca juga: Merayakan Hari Kartini, KAI dan Kementerian Ekonomi Kreatif Hadirkan Karya Seni di Kereta Api Bersama Erika Richardo

Hadir dalam acara ini perwakilan dari Poros Pelajar Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, dan Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, Pengembangan SDM Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU).

Sudut pandang dari pemerintah dalam hal ini Kemendikdasmen dilengkapi oleh perspektif Poros Pelajar yang mewakili suara pemuda Indonesia.

Perwakilan IPM, IPNU, dan IPPNU menyampaikan pendapat mereka tentang partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan.

Ketua Umum PP IPM menyampaikan bahwa perlu adanya pendidikan yang berkualitas dan merata untuk terus meningkatkan kesetaraan di ruang publik.

"Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas," tukas Dany.

Ketua Bidang Organisasi PP IPNU Muhammad Ghulam Dhofir, memaparkan bahwa pelajar terkhusus perempuan perlu ikut ambil peran dalam pengembangan kualitas diri.

"Pelajar perlu tahu minat mereka di mana, supaya daat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan self branding kalau sudah percaya diri, atau bisa join dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan diri," kata Ghulam.

Nada dari PP IPPNU menekankan ada 3 refleksi kunci yang terinspirasi dari semangat Kartini, yaitu agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Melalui tiga hal ini pelajar perempuan perlu meneruskan perjuangan Kartini untuk mengikis dominasi laki-laki di ruang publik.

"Para pemuda khususnya pelajar perempuan untuk mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik," kata Nada.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)