LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat merespons pemberitaan yang viral mengenai kondisi SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sebuah foto yang menampilkan sekolah dasar dengan kondisi kelas roboh, sementara para murid duduk di depan sekolah sambil menyantap makanan bergizi gratis (MBG) menjadi viral. Foto tersebut diberitakan Kompas.id beberapa hari lalu.
Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Kemendikdasmen memastikan akan segera melakukan revitalisasi terhadap SDN Tanggirejo pada tahun anggaran 2026.
Baca juga: Pemprov DKI Siapkan Revitalisasi Jakarta Islamic Centre, Skema Kerja Sama dengan Pihak Luar DisiapkanKemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan agar peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, dalam keterangannya dikutip Rabu (29/7/2026).
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu prioritas Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Baca juga: Target Revitalisasi Sekolah Tahun 2025 Terpenuhi, Tahun Ini Telah Mencapai 70 PersenPada tahun ini, program revitalisasi difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," tutup Dirjen Gogot.
(lsi)