Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 11 September 2026
home global news detail berita

Abah Setu Minta Maaf, Siap Diproses Hukum dan Tutup Majelis Usai Diduga Menghina Nabi

lusi mahgriefie Jum'at, 11 September 2026 - 10:43 WIB
Abah Setu Minta Maaf, Siap Diproses Hukum dan Tutup Majelis Usai Diduga Menghina Nabi
Abah Setu meminta maaf usai video dirinya yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW viral. Foto: istimewa
LANGIT7.ID-, Bekasi - Sekelompok masyarakat menggeruduk Majelis Dzikir Nurul Hikam Bekasi pimpinan Asep Setiawan atau dikenal sebutan Abah Setu di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin 7 September 2026 malam. Aksi tersebut buntut dari ucapan Asep terkait Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah video yang disiarkan secara langsung di salah satu platform media sosial, Abah Setu mengucapkan hal tidak baik dan dinilai mendiskre­ditkan Nabi Muhammad SAW.

Video tersebut lantas men­ye­bar dengan cepat dan memicu kontroversi hingga berujung pada penggerudukan ke Majelis tempat Abah Setu bernaung.

Ia pun bereaksi atas aksi massa itu, dan menyatakan permintaan maaf meski sebelumnya sempat mengelak dengan menyebut bahwa videonya merupakan hasil editan AI.

Namun setelah menjalani mediasi de­ngan berbagai pemuka agama di Kabupaten Bekasi dan didampingi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, serta polisi akhirnya dia bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf.

"Saya, Asep Setiawan alias Abah Setu, sehubungan dengan beredar video yang telah menyinggung kaum muslimin dan muslimat yang telah menghina Nabi Muhammad saw, dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Bahwa video tersebut menyinggung dan menghina kaum muslimin. Oleh karenanya, saya meminta maaf sebesar-besarnya," ujarnya saat membacakan permohonan maaf di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026) malam.

Baca juga: Kontroversi Abah Setu, Viral Diduga Hina Nabi Muhammad

Dia juga menyatakan akan menutup seluruh aktivitas di majelis taklim yang dipimpinnya, serta siap menjalani proses hukum yang timbul di kemudian hari karena proses hu­kum atas dugaan penistaan agama itu tetap berlanjut.

Ia pun mengakui telah terjadi pe­nyimpangan dalam pengajaran di majelis.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bekasi Mahmud mengatakan, dari hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya, Abah Setu memang dikenal dengan ungkapan-ungkapan yang ­nyeleneh. Namun, apa yang disampaikan Abah Setu dalam persoalan ini tidak dapat dibenarkan.

"Yang menjadi soal itu karena beliau melihat syareat dari kacamata hakikat, ya jelas tidak ketemu. Persoalan lainnya lagi, karena itu kemudian diunggah menjadi konsumsi publik," ujar Mahmud dalam keterangannya.

Terkait kasus ini, ia memastikan, MUI Kabupaten Bekasi akan melakukan pembinaan terhadap Abah Setu beserta majelis yang dipimpinnya.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 11 September 2026
Imsak
04:23
Shubuh
04:33
Dhuhur
11:53
Ashar
15:07
Maghrib
17:54
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan