LANGIT7.ID-, Jakarta - Istri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin tengah menjadi sorotan lantaran dinilai menunjukkan sikap nirempati.
Pasalnya, dikala masyarakat Kalsel tengah menderita akibat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Masrupah malah menggelar pesta ulang tahun meriah di sebuah restoran.
Pesta ulang tahun tersebut digelar di sebuah restoran di Banjarmasin pada Jumat (28/8) lalu. Masrupah merayakan hari lahirnya yang ke-58 itu dengan tema "Kembali Muda", dan dress code yang dipilih untuk dirinya dan tamu undangan adalah seragam SMA.
![Istri Sekda Kalimantan Selatan Gelar Pesta Ultah Mewah, di Tengah Warga Menderita karena Kabut Asap]()
Jelas tindakan istri dari Sekda Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar itu menuai kontroversi. Masrupah dianggap tidak memiliki empati atas kondisi yang sedang terjadi.
Baca juga: Daftar Daerah di Kalimantan yang Gelar Shalat Istisqa di Tengah Kekeringan dan KarhutlaDi saat warga menghadapi gangguan kesehatan serta keterbatasan aktivitas akibat dampak buruk karhutla, ia justru menyelenggarakan perayaan bernuansa mewah. Belum lagi, acara tersebut dipublikasikan di berbagai platform media sosial hingga memancing reaksi warganet.
Beragam reaksi warganet berupa komentar pedas telah memenuhi kolom komentar di sejumlah akun sosial media yang mengunggah soal pesta ulang tahun Masrupah ini.
![Istri Sekda Kalimantan Selatan Gelar Pesta Ultah Mewah, di Tengah Warga Menderita karena Kabut Asap]()
Berikut antara lain komentar para warganet yang melampiaskan kekesalannya:
"Bisa jadi anggaran pestanya dari apbn daerah ya," tulis @bfi*******.d***
"Miskin etika dan empati sama rakyatnya, dasar botol," sambung @wa**a**
"Mumpung masih jadi istri pejabat...tutup mata tutup telinga tutup hati Nurani tentang sekitarnya. Nir empati," tulis akun @ich*******9
"pejabat Indonesia kenapa pada ga punya empati," tulis @e**w, dan masih banyak lagi komentar lainnya.
Baca juga: Dampak Karhutla Makin Parah, Ribuan Warga Pontianak Shalat Istisqa Meminta Turun HujanHingga saat ini, tidak ada tanggapan maupun pernyataan resmi dari pihak Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan terkait polemik yang berkembang di media sosial tersebut. Begitu pula dari Masrupah maupun sang suami, Bahkan kini akun Instagram Masrupah dengan nama
@upah_udin telah "menghilang" dan tidak dapat diakses lagi.
Namun, tekanan dari warganet diprediksi akan terus meningkat seiring dengan semakin memburuknya kondisi kabut asap di berbagai titik di Kalimantan.
(lsi)