LANGIT7.ID-, Jakarta - - Jagad maya tengah diramaikan dengan seruan untuk menarik semua saldo dan memindahkan simpanan ke bank swasta. Bahkan pengusaha yang biasa menggunakan jasa Bank Mandiri untuk keperluan pembayaran gaji karyawan (payroll) juga menyerukan hal serupa.
Aksi tersebut mencuat usai
Bank Mandiri melakukan tindakan merugikan nasabah. Di mana bank milik pemerintah tersebut memblokir rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok. Rekening miliknya berisi dana donasi logistik aksi sebesar Rp80,9 juta tiba-tiba dibekukan tepat menjelang demo di Jakarta.
Tak butuh waktu lama, kabar ini menyebar luas di jagad maya hingga menjadi berita viral. Merespons hal ini, pihak Mandiri pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara tertulis dan memberikan klarifikasinya bahwa pemblokiran bukanlah keputusan sepihak Bank, melainkan karena adanya permintaan resmi dari Aparat Penegak Hukum (APH).
Baca juga: Logo Bank Mandiri di Gedung M.H Thamrin Dicopot, Usai Viral Memblokir Rekening PendemoDi sisi lain, Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sendiri sudah mengonfirmasi bahwa perintah ini dating langsung dari tim penyidik.
Meski permintaan maaf sudah disampaikan, namun tampaknya masyarakat sudah terlanjur kecewa dengan apa yang dilakukan Bank Mandiri. Sebab, hal tersebut dianggap telah mencederai ruang demokrasi dan juga mencederai perlindungan serta kepercayaan nasabah yang telah mempercayai Mandiri.
Buntut dari permasalahan ini adalah muncul aksi protes untuk memboikot Bank Mandiri di jagad maya dan terus meluas hingga kini. Seruannya adalah bagi para nasabah Bank Mandiri untuk ramai-ramai dan bersama-sama memindahkan saldo mereka ke bank swasta.
Baca juga: Rekening Supriyono Diblokir, Bank Mandiri Dihujat hingga 37 Ribu KomentarBerdasakan pantauan di akun Instagram resmi Bank Mandiri,
@bankmandiri, warganet membanjiri kolom komentar di setiap unggahan akun tersebut. Tampak ada ratusan ribu komentar dimana isinya didominasi soal ajakan pindah bank dan boikot Mandiri.
Diantaranya ada yang menuliskan sebagai berikut:
"Dah nggak mau ke mandiri ah, ntar tiba2 diblokir kayak mas botok," tulis akun @hus*****duanis*****.
"Tarik semua saldo di bank mandiri yoook," tulis akun @fh****ni
"Tarik semua saldo nya guys, pindah ke BCA saja *emoticon tertawa," tulis akun @rnd***y_
Tak hanya tarik saldo, ajakan untuk menghapus aplikasi Livin' by Mandiri di telepon selular para penggunan pun ramai di Threads. Foto warganet menghapus aplikasi hingga mematahkan kartu ATM menjadi trending saat ini.
"Just destroy my
@bankmandiri card, emptied my balance, and delete my Livin' by Mandiri. Maybe you guys should do too. This country can block our Mandiri's bank account based on its political liking. And that's fu**** up, y'al," tulis akun @mei*** ditujukan langsung ke akun Bank Mandiri.
![Aksi Massal Pindahkan Saldo dari Bank Mandiri Hingga Hapus Aplikasi Ramai di Jagad Maya]()
Tak kalah "panas", unggahan CEO Forest Bev, Muadzin di akun sosial media miliknya, @muadzin juga mengundang perhatian. Ia menuliskan, "kembalikan dana rekening donasi demo 27 Agustus. Dan FYI bulan depan payroll 120 karyawan saya, akan saya pindahkan ke BCA."
Baca juga: Minta Maaf, Bank Mandiri Akui Pemblokiran Rekening Pedemo Pati Atas Permintaan Aparat(lsi)