LANGIT7.ID-, Jakarta - - Logo Mandiri di Gedung Bank Mandiri yang beralamat di Jalan M.H Thamrin, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat tampak dilepas. Kejadian ini menyusul viralnya bank tersebut usai memblokir rekening berisi uang untuk donasi unjuk rasa.
Ramai di media sosial Threads akun
@je**_ **o, Senin (24/8) membagikan informasi bahwa tulisan Mandiri di gedung bank tersebut dilepas. Sontak unggahan ini menuai respons warganet. Hingga pagi ini saja, tampak utas tersebut telah direpost hingga 1.900 kali dan dibagikan sebanyak 4.400.
Dalam video tersebut terlihat tulisan "Mandiri" yang menjadi logo bank tersebut terlihat di bagian atas fasad gedung, tepat di bawah bagian atap. Namun, pada logo tersebut pun menghilang.
Warganet menyimpulkan bahwa pencopotan ini ada kaitannya dengan tindakan sepihak Mandiri yang melakukan pemblokiran rekening milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
![Logo Bank Mandiri di Gedung M.H Thamrin Dicopot, Usai Viral Memblokir Rekening Pendemo]()
(Sebelum logo dicopot)
![Logo Bank Mandiri di Gedung M.H Thamrin Dicopot, Usai Viral Memblokir Rekening Pendemo]()
(Sesudah logo dicopot)
Baca juga: Minta Maaf, Bank Mandiri Akui Pemblokiran Rekening Pedemo Pati Atas Permintaan AparatPemblokiran rekening tersebut dilakukan menjelang rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 mendatang. Meski akhirnya melalui pernyataan tertulis, Bank Mandiri telah menyatakan permintaan maaf dan menyebut langkah tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum (APH).
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan pemblokiran rekening merupakan tindak lanjut dari permintaan APH dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
"Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," kata Vista dalam keterangan tertulis, Ahad (22/8/2026), dikutip Selasa.
Namun ada pula opini lain yang menyebutkan bahwa tindakan pencopotan logo ini sebagai tindakan antisipasi terkait isu demo besar-besaran yang akan digelar pada 27 Agustus mendatang.
(lsi)