LANGIT7.ID, Washington,- - Kanal milik kelompok kreator
pro Iran, Explosive Media, dihapus oleh Youtube. Explosive Media dikenal kerap memproduksi video animasi bergaya lego berbasis kecerdasan buatan (AI) yang
menyindir Presiden AS, Donald Trump.Juru bicara YouTube, yang berada di bawah naungan
Google, pada Rabu lalu menyatakan bahwa kanal tersebut ditutup karena melanggar kebijakan terkait spam, praktik menyesatkan, dan
penipuan.
Kanal itu diketahui telah ditangguhkan sejak 27 Maret lalu, tanpa penjelasan rinci lebih lanjut. Keputusan ini pun memicu
polemik di media sosial.
Baca juga: Sempat Lumpuh, YouTube Ungkap Penyebab Down Massal Hari IniExplosive Media merupakan kelompok kreator yang mengklaim independen, namun kerap diduga memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran.
Kelompok ini mencuri perhatian publik selama
konflik AS-Iran melalui video animasi yang meraih jutaan penonton di berbagai platform digital.
Meski kanalnya di YouTube telah dihapus, Explosive Media masih aktif menyebarkan konten di platform lain seperti X (sebelumnya Twitter) dan Telegram. Laporan media AS juga menyebutkan bahwa akun mereka di Instagram sempat dihapus, meskipun akun lain dengan nama serupa masih aktif.
Menanggapi pemblokiran tersebut, Explosive Media melontarkan kritik melalui akun X dengan mempertanyakan alasan penghapusan konten mereka.
“Serius? Apakah animasi gaya LEGO kami benar-benar mengandung kekerasan?” tulis kelompok tersebut seperti dikutip dari Arab News, Ahad (19/4/2026).
Baca juga: Youtube Beri Izin Orangtua untuk Atur Hingga Blokir Video Shorts untuk AnakVideo-video satir yang mereka produksi umumnya menampilkan karikatur Donald Trump dengan kepala kuning besar, digambarkan sebagai sosok tua yang terisolasi dan kerap bertingkah kekanak-kanakan.
Konten tersebut juga mengangkat budaya populer Amerika dengan pendekatan humor dan sindiran politik.
Dalam video terbaru pasca pengumuman gencatan senjata dua pekan lalu, kelompok ini menggunakan istilah “TACO” (Trump Always Chickens Out) untuk menyindir Trump.
Video itu menampilkan tokoh mirip Trump dalam adegan dramatis bersama pemimpin Arab dan militer AS, sementara jenderal Iran digambarkan menekan tombol merah bertuliskan “Back to the Stone Age”.
Fenomena video meme kartun seperti ini dinilai analis sebagai bentuk baru perang informasi digital. Tren tersebut bahkan mendapat istilah “Legofication”, yakni penggunaan animasi sederhana bergaya mainan untuk menyampaikan propaganda konflik secara luas dan mudah diterima publik.
Dalam beberapa pekan terakhir, video serupa banyak beredar dengan narasi kemenangan militer Iran secara fiktif, serta penggambaran pemimpin dunia yang bergantung pada Iran dalam berbagai skenario.
Baca juga: Aryna Sabalenka Luncurkan Saluran YouTube Tanpa Filter: Yang Baik, yang Buruk, SemuanyaKonten Explosive Media yang menggunakan bahasa Inggris diduga menyasar audiens global, mengingat platform seperti X telah lama diblokir di Iran dan hanya bisa diakses melalui jaringan privat virtual (VPN).
Di sisi lain, laporan dari pemantau internet NetBlocks menyebutkan bahwa Iran tengah mengalami pembatasan akses internet yang luas.
Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan terhadap kemampuan kelompok ini dalam memproduksi dan mendistribusikan konten berkualitas tinggi. Namun, Explosive Media membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai “distorsi media.”
(est)