LANGIT7.ID-, Washington -
Raja Charles ditemani sang Ratu, Camila melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat di tengah hubungan yang sedang "renggang" antara kedua negara sekutu tersebut, akibat perang AS-
Iran.
Duta Besar Inggris, Sir Christian Turner mengatakan, "(kunjungan Raja Charles ke AS) akan berfokus pada memperbarui dan menghidupkan kembali persahabatan yang unik."
Sir Christian menambahkan bahwa Perdana Menteri Sir Keir Starmer telah berbicara dengan Presiden Donald Trump pada hari Minggu (26/4), dan perjalanan tersebut akan berjalan sesuai rencana.
Sebelumnya, Trump telah mengkritik Sir Keir Starmer karena tidak mendukung AS dalam konfliknya dengan Iran, dan telah terjadi perbedaan pendapat antara kedua sekutu tersebut.
Kunjungan kenegaraan dilakukan atas nama pemerintah dan Sir Christian, mengidentifikasi tiga prioritas yakni strategis-investasi, kerja sama militer, dan mendorong hubungan antar masyarakat, termasuk pariwisata dan pendidikan.
Baca juga: Setelah Tolak Bertemu Empat Mata Utusan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Tinggalkan Pakistan, Bertolak ke Rusia, Ada Apa?Namun kunjungan ini menuai kritik, termasuk dari pemimpin Partai Liberal Demokrat, Sir Ed Davey, yang menyerukan agar kunjungan tersebut dibatalkan, dan menyebut presiden AS sebagai tidak dapat diandalkan".
Bagi Inggris, kunjungan Raja tersebut menjadi upaya diplomasi yang gencar dari pihaknya yaitu dengan menghadiri acara-acara seremonial di Washington dan menunjukkan solidaritas secara simbolis di Monumen Peringatan 9/11 di New York.
Sementara bagi Presiden Trump, ini juga akan menjadi kesempatan untuk tampil di panggung dunia bersama keluarga kerajaan dan mungkin menjadi pengalihan yang menyenangkan dari pertarungan politiknya sendiri. Dan dia mengatakan kepada BBC bahwa dia berpikir kunjungan itu dapat membantu memperbaiki hubungan dengan Inggris, dengan mengatakan: "Tentu saja, jawabannya adalah ya."
Baca juga: Donald Trump Dinner Dengan Para Koresponden Tiba Tiba Ada Yang Menerobos Melepas Tembakan, Suasana Langsung KacauSir Christian menambahkan, kunnjungan kerajaan akan menekankan pada sejarah bersama, pengorbanan bersama, dan nilai-nilai bersama kedua negara, serta akan menunjukkan bahwa kemitraan tersebut berarti kedua bangsa lebih aman, lebih kaya, dan lebih bahagia.
Pidato utama diplomatik akan disampaikan oleh Raja di Kongres AS pada hari Selasa (28/4), di mana Raja harus menyeimbangkan antara menegaskan posisi pemerintah Inggris dan juga menjaga hubungan baik dengan Presiden Trump.
Presiden Trump akan menyampaikan pidatonya sendiri pada jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. (*/lsi/bbc)
(lsi)