LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kecemasan orangtua saat anak-anak mereka kecanduan menyaksikan
Youtube Shorts, yaitu video pendek yang ada di platform tersebut, menjadi perhatian khusus.
Youtube kini memberi izin orangtua terkait pembatasan Shorts untuk anak.
Di saat Australia dan negara-negara lain di seluruh dunia mulai memberlakukan undang-undang yang melarang anak-anak mengakses platform
media sosial, YouTube kini memberikan "kekuatan" lebih kepada orangtua untuk mengontrol konten video apa yang dilihat anak-anak mereka.
Menurut unggahan blog YouTube, orangtua akan segera dapat membatasi anak-anak mereka untuk menonton video Shorts sepenuhnya.
Dengan demikian para orangtua dapat menetapkan batasan waktu untuk YouTube Shorts, format video pendek yang dapat digulir milik perusahaan Google, mirip dengan Instagram Reels dan feed TikTok.
"Orangtua dapat menetapkan batas waktu feed Shorts menjadi nol ketika mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah, dan mengubahnya menjadi 60 menit selama perjalanan panjang di dalam mobil untuk hiburan," demikian penjelasan pengumuman perusahaan tersebut, dikutip Senin (19/1/2026).
Baca juga: Malaysia Bakal Larang Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Sosmed Mulai 2026Selain itu, orangtua dari akun yang diawasi akan segera dapat mengatur peringatan khusus pada akun anak-anak mereka untuk mengingatkan mereka agar tidur dan beristirahat dari platform tersebut.
Dalam mengembangkan alat-alat yang pro terhadap orangtua ini, YouTube terus berperan sebagai orangtua melalui Komite Penasihat Pemuda, serta anggota dari Asosiasi Psikologi Amerika, Laboratorium Kesehatan Digital di Rumah Sakit Anak Boston, dan organisasi global lainnya.
Batasan waktu video pendek dan kontrol orangtua lainnya berlaku untuk pengguna dengan akun di bawah usia 18 tahun, yang menurut laporan perusahaan diperiksa dengan teknologi estimasi usia yang diumumkan tahun lalu.
Dalam beberapa minggu mendatang, YouTube akan mengundang orangtua untuk membuat akun anak baru, dengan kemampuan untuk beralih antar akun di aplikasi seluler dengan lebih mudah. Mengutip dari Media Post.
Bahaya Menonton Video PendekMenonton video pendek atau video singkat seperti Youtube Shorts, Reels Instagram dan sebagainya secara berlebihan memberi efek tersendiri bagi otak dan kesehatan mental. Istilah yang biasa digunakan yaitu "brain rot".
Menurut pakar di Oxford, brain rot didefinisikan sebagai "penurunan kondisi mental atau intelektual seseorang, terutama akibat konsumsi berlebihan materi (terutama konten online) yang dianggap sepele atau tidak menantang."
Istilah brain rot bisa juga dipakai untuk menggambarkan kondisi penurunan kemampuan kognitif, konsentrasi, dan berpikir kritis akibat konsumsi berlebihan konten digital yang cepat, singkat, dan dangkal (seperti TikTok, Reels).
Baca juga: Ikuti Langkah Australia, Indonesia Bakal Batasi Medsos untuk Anak Mulai Maret 2026Istilah ini bukan diagnosis medis, melainkan fenomena yang menunjukkan otak "malas" berpikir mendalam karena terbiasa dengan stimulasi instan, menyebabkan sulit fokus, mudah bosan, malas membaca/menulis panjang, dan rentan terdistraksi, terutama pada generasi muda.
Ada beberapa gejala yang dapat dikaitkan dengan kondisi ini:
1. Penurunan kemampuan berpikir kritis.
2. Mudah bosan dan merasa jenuh.
3. Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai.
4. Ketergantungan pada media sosial atau konten online yang tidak bermanfaat.
5. Perasaan cemas atau depresi.
6. Gangguan tidur.
7. Kesulitan berkonsentrasi dan fokus.
(lsi)