LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pendakwah
Ustaz Abdul Somad alias UAS mengungkapkan momen saat ditagih untuk membayar
pajak dari penghasilan
Youtube miliknya.
Hal tersebut disampaikan UAS dalam
ceramahnya di salah satu acara.
Terkejut dengan panggilan tersebut, UAS mengaku bahwa ia adalah orang yang taat pajak dan rutin membayarkannya setiap tahun.
Baca juga: Bertemu Pertama Kali, UAS Mengaku Ngefans pada Duta Sheila On 7"Saya datang, saya taat pajak, orang bijak taat pajak. Saya datang sebagai warga negara Indonesia yang baik," ucapnya dalam video yang diunggah akun Instagram @hijrahbersamauas, dilihat Rabu (27/8/2025).
UAS ditagih bayar pajak oleh kepala petugas yang mendengar bahwa sang ustaz memiliki
penghasilan RP150 juta dari YouTube miliknya.
"Ustaz sudah kami cek ternyata pendapatan YouTube satu bulan Rp150 juta, ustaz bayar pajak," kata
UAS menirukan petugas pajak.
Mendengar itu,
UAS menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima atau menggunakan uang penghasilannya dari Youtube.
Dai asal Riau itu mengungkapkan bahwa penghasilan dari Youtube digunakannya untuk bersedekah.
"Bapak cek ke mana duit itu mengalir dari YouTube? Tidak ada seperak pun ke rekening saya. Langsung beli beras, beli minyak, beli kompor, dan beli semuanya," tegasnya.
Baca juga: Sentil Konten Willie Salim di Palembang, UAS: Rendang KonspirasiMomen tersebut kemudian dimanfaatkan
UAS untuk menceramahi petugas pajak.
UAS meminta petugas pajak untuk memperbanyak sedekah pada yang membutuhkan.
UAS menjelaskan bahwa petugas pajak adalah profesi yang rentan melakukan dosa dan terancam masuk neraka jahanam.
"Saya justru minta kepada pegawai-pegawai pajak bersedekahlah kalian di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala, karena kalian menghitung, dan mengumpulkan uang. Kalau kalian tidak bisa bersedekah, zalim, aniaya, neraka jahanam tempat kalian," ungkapnya.
Namun, lanjut
UAS, ia menyampaikan pesan dakwah tersebut dengan nada lembut.
"Cuma ngomongnya nggak sekeras itu, kalau kalian tidak bersedekah kalian masuk neraka jahanam," ungkapnya.
Dalam pernyataannya,
UAS menegaskan bahwa ia tidak menggunakan uang pendapatan Youtube yang ditagih oleh petugas pajak.
Baca juga: Pencerahan Menarik dari UAS Soal Musik, Poligami dan PerbankanBagi UAS, tagihan untuk membayar pajak dari penghasilan Youtube sama dengan tudingan yang tidak benar atau fitnah.
Bila menghadapi fitnah, saran UAS, sebaiknya lawan dan jangan diam.
"Ketika kita difitnah, dianiaya jangan diam, nanti fitnah merajalela dan jadi dosa orang. Kita musti jelaskan setelah kita jelaskan orang tetap fitnah kita, itu kita nggak salah lagi," terang UAS.
(est)