LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pendakwah kondang
Ustaz Abdul Somad (UAS) membagikan unggahan saat berkumpul bersama sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (
ormas) Islam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Momen tersebut dibagikan UAS lewat akun Instagram @ustazabdulsomad_official pada Selasa, 6 Januari 2026.
Pertemuan yang digelar di Restoran Mardin, Kemang itu dihadiri beberapa tokoh lintas ormas Islam, seperti
Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, Ketua Umum Perti Buya Syarfi Hutauruk, Tokoh Al-Irsyad Prof Faisol, Pimpinan Wahdah Islamiyah
Ustaz Zaitun Rasmin, serta
Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dari Nahdlatul Ulama (NU).
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Diklaim Promosikan Obat Kuat, Hoaks atau Fakta?Ada cerita unik menjelang shalat Maghrib dalam pertemuan tersebut. Usai
berwudhu, Ustaz Abdul Somad mengaku sengaja langsung kumandangkan shalat agar tidak menjadi imam saat
shalat Maghrib berjamaah.
"Terdengar azan Maghrib. Kami pun siap-siap shalat. Selesai Wudhu’, saya langsung Iqamat, supaya ada alasan kalau disuruh maju jadi imam," kata UAS dalam unggahannya, dilihat LANGIT7.ID pada Rabu (7/1/2026).
Buya Anwar sempat meminta UAS untuk maju menjadi imam Namun permintaan tersebut ditolak UAS dengan alasan dirinya sudah melakukan iqamah.
"'Maju Ustadz, kami mau dengar bacaan imam Maroko', kata Buya Anwar Abas. 'Saya sudah iqamat Buya'," jawab UAS.
UAS mengatakan, ada saling tunjuk untuk menjadi imam di antara para ulama yang hadir. Hingga akhirnya mereka sepakat meminta Ustaz Zaitun Rasmin sebagai imam.
Pendakwah asal Riau ini kemudian penasaran dengan pelaksanaan shalat jamaah dengan imam Ustaz Zaitun Rasmin, khususnya terkait fiqih bacaan shalat.
Menurut UAS, organisasi seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Wahdah Islamiyah menggunakan mazhab
Basmallah Sir (dibaca pelan). Sementara Perti dan NU membaca
Basmallah secara jelas
(jahr). Baca juga: Bertemu Pertama Kali, UAS Mengaku Ngefans pada Duta Sheila On 7
Tanpa disangka, Ustaz Zaitun Rasmin justru membacanya secara
jahr. "Bismillahirrahmanirrahim, Ustadz Zaitun Rasmin baca
Basmalah jahr," tulis UAS.
Begitupun pada rakaat ketiga saat i'tidal di mana Ustaz Zaitun Rasmi memimpin pembacaan Qunut Nazilah yang ditujukan untuk umat Muslim di Palestina, Sudah, Yaman, dan korban bencana di Sumatra.
"Di I’tidal rakaat ketiga, beliau baca, 'Allahummahdina fiman hadait'," kata UAS.
Unggahan UAS yang memperlihatkan indahnya hubungan antar tokoh ormas Islam di Indonesia dengan perbedaan latar belakang dan pandangan namun melebur saat shalat berjamaah.
Warganet ramai-ramai mendoakan agar para ulama ini terus kompak dalam Ukhuwah Islamiyah.
Baca juga: Mengakrabi Malam yang Istimewa: Memahami Solat Tahajud dan Taubat"Keren Ustadz sering2 kumpul2 seperti ini supaya menunjukan kedamaian ber organisasi Islam di Indonesia itu benar adanya"
"Adem Ulama Lurus kumpul jadi satu berbeda pandangan tetep kompak dalam Ukuwah Islamiyah"
"Inilah yang dinamakan One Ummah. Saat sudah berkumpul, maka jangan jadikan latar belakang menghalangi persatuanmu. Jadilah satu, muslim yang padu"
(est)