Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga pemilik Hanania Travel, Ahmad Farhan, dibawa ke ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026).
SMAN 1 Pontianak menegaskan untuk mundur dari gelaran ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Hal tersebut disampaikan melalui surat pernyataan resmi yang diunggah akun resmi sekolah.
Sekjen MPR RI Siti Fauziah menegaskan bahwa kekeliruan yang terjadi di babak final murni masalah teknis, bukan karena unsur kesengajaan atau keberpihakan pada salah satu sekolah tertentu.
Pernyataan Shindy yang menyebut Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja usai mendengar protes dari Josepha Alexandra dianggap tidak sesuai dengan kewenangannya sebagai pembawa acara.
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat diputuskan untuk digelar ulang menyusul munculnya kontroversi mengenai penilaian juri yang dinilai merugikan tim SMAN 1 Pontianak. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Jakarta pada Rabu (13/5/2026).
Viralnya video ajang LCC MPR RI ini pun ramai dibanjiri kritik, tak terkecuali dari para figur publik. Pendakwah yang dekat dengan Gen Z, Husein Jafar Al Hadar atau Habib Jafar menyentil sikap dewan juri dalam ajang tersebut.
Polemik pengembalian dana (refund) oleh Hanania Travel kembali menjadi sorotan setelah sejumlah jamaah umrah mengaku janji perusahaan untuk mengembalikan dana tidak kunjung ditepati.
Aktris Alyssa Soebandono akhirnya angkat bicara setelah namanya masuk dalam daftar selebriti yang disebut-sebut sebagai penerima beasiswa LPDP di media sosial.
Eks Menko Polhukam Mahfud MD ikut menanggapi polemik pernyataan alumni awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas dengan narasi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.
Ia menjelaskan bahwa dalam Pasal 402 dan Pasal 403 KUHP hanya mengadopsi ketentuan lama terkait larangan perkawinan apabila terdapat halangan yang sah menurut Undang-Undang Perkawinan.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan bahwa Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum per 26 November 2025.