LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Polemik penilaian dewan juri dalam
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar
MPR RI di Pontianak, Kalimantan Barat terus menjadi perbincangan panas. Nama dewan juri LCC Kalbar, yakni Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyun pun menjadi buruan warganet.
Netizen menilai dua juri tersebut tidak memiliki kemampuan sesuai jabatannya di MPR RI.
Dalam video yang viral di media sosial, penilaian Dyastasita dianggap merugikan salah satu tim peserta lomba, meski jawaban yang diberikan benar.
Baca juga: Soal Polemik Lomba Cerdas Cermat, MPR Minta Maaf: Juri dan MC DinonaktikanPada sesi perlombaan itu, tim C dari SMAN 1 Pontianak harus menerima pengurangan nilai sebesar 5 poin setelah jawaban mereka mengenai mekanisme pemilihan
anggota BPK dinyatakan keliru oleh dewan juri.
Menariknya, jawaban serupa kemudian disampaikan oleh tim B dari SMAN 1 Sambas. Namun kali ini, dewan juri justru menganggap jawaban tersebut benar dan memberikan tambahan nilai 10 poin.
Perbedaan keputusan terhadap jawaban yang dinilai sama itu pun langsung menuai sorotan dan memancing keberatan dari para peserta lomba.
Viralnya video ajang LCC MPR RI ini pun ramai dibanjiri kritik, tak terkecuali dari para figur publik. Pendakwah yang dekat dengan Gen milenial, Husein Jafar Al Hadar atau
Habib Jafar menyentil sikap dewan juri dalam ajang tersebut.
"Kadang
lombanya cerdas cermat. Tapi jurinya nggak cerdas dan nggak cermat, ngotot pula," kata Habib Jafar di akun Thread miliknya.
Baca juga: Jenguk Onad di Panti Rebah, Habib Jafar: Dia Dapat Pelajaran dari Filosofi BismillahDi lain sisi, Habib Jafar memberi pujian bagi peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak yang dinilainya berani mengungkapkan pendapatnya. Ia pun berharap peserta tersebut kelak dapat menjadi petinggi kelak.
"Peserta Lomba Cerdas Cermat SMAN 1 Pontianak itu keren. Cerdas & berani. Kombinasi yg tepat utk jadi juri & anggota dewan atau pejabat kelak. Kalau ketemu Bahlil, pasti disapa “Halo Dinda”" tambahnya.
Sementara
Fiersa Besari menyoroti penjelasan juri tentang artikulasi peserta yang tidak jelas dalam menjawab pertanyaan.
Menurut Fiersa, LCC merupakan lomba adu kecerdasan bukan ajang menyanyi yang memang membutuhkan artikulasi yang jelas.
"Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?" tulisnya.
(est)