Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 11 Juli 2026
home lifestyle muslim detail berita

Habib Jafar: Vidi Aldiano Pergi di Waktu Terbaik, InsyaAllah Menghuni Surga

esti setiyowati Ahad, 08 Maret 2026 - 14:37 WIB
Habib Jafar: Vidi Aldiano Pergi di Waktu Terbaik, InsyaAllah Menghuni Surga
Habib Jafar: Vidi Aldiano Pergi di Waktu Terbaik, InsyaAllah Menghuni Surga. Foto: Instagram/huseinhadar
LANGIT7.ID, Jakarta,- - Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman penyanyi Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Ahad (8/3/2026). Di tengah hujan yang turun sejak pagi, keluarga, sahabat, dan para penggemar tetap datang mengantarkan kepergian musisi yang dikenal ramah dan penuh semangat tersebut.

Di antara para pelayat yang hadir, dai muda Habib Ja'far Al Hadar turut menyampaikan kesan mendalam tentang sosok Vidi. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa almarhum meninggal dalam keadaan yang baik dan penuh keberkahan.

Menurut Habib Ja’far, waktu wafatnya Vidi menjadi pertanda yang sangat baik dalam pandangan spiritual.

Baca juga: Hujan Iringi Keharuan Pemakaman Vidi Aldiano yang Dihadiri Sejumlah Artis dan Penggemar

“Alhamdulillah, Vidi pergi dalam keadaan yang baik karena meninggal di hari dan bulan terbaik, yakni malam turunnya Al-Qur’an dan di bulan Ramadhan. Ini jadi pertanda yang baik, beliau kembali menghadap Allah dan insyaAllah bisa menghuni surganya Allah,” ujarnya usai prosesi pemakaman.

Bagi Habib Ja’far, kebaikan seseorang sering kali terlihat dari kesaksian orang-orang di sekitarnya. Ia menilai kehadiran begitu banyak pelayat yang tetap datang meski diguyur hujan menunjukkan betapa Vidi dicintai banyak orang.

“Kita bisa lihat yang hadir hari ini banyak sekali, meski hujan. Itu bukti beliau orang yang baik. Banyak orang yang sering foto dan chat dengannya, dan semuanya selalu tersenyum,” katanya.

Habib Ja’far juga menyinggung perjalanan panjang Vidi menghadapi penyakit yang dideritanya. Sejak didiagnosis kanker ginjal pada 2019, Vidi menjalani perjuangan selama tujuh tahun dengan penuh kesabaran.

Menurutnya, penderitaan yang dialami seseorang bisa menjadi penggugur dosa, terlebih jika dijalani dengan keikhlasan.

Baca juga: Meninggal Dunia karena Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Dimakamkan di Tanah Kusir

“InsyaAllah sakit yang diderita Vidi selama tujuh tahun ini menjadi penggugur dosanya. Bahkan selama sakit, beliau tidak pernah mengeluh, justru memberikan motivasi kepada orang lain agar bisa survive seperti dirinya,” ungkapnya.

Habib Ja’far mengaku memiliki hubungan komunikasi yang cukup intens dengan Vidi dalam beberapa tahun terakhir, baik melalui program podcast maupun percakapan pribadi melalui WhatsApp. Dari situ ia melihat sisi spiritual yang terus berkembang dalam diri sang penyanyi.

“Dia sering WhatsApp saya dan sebaliknya. Semua komunikasinya tidak pernah personal, tetapi selalu tentang bagaimana memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah,” tutur Habib Ja’far.

Kesaksian itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa ia optimistis terhadap keadaan almarhum di sisi Allah.

“Makanya saya yakin insyaAllah beliau menjadi penghuni surga Allah SWT,” katanya.

Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.33 WIB di kediamannya setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019. Pada masa-masa terakhirnya, ia menjalani perawatan intensif dengan didampingi sang istri serta keluarga besar.

Baca juga: Mengenang Vidi Aldiano: Karir, Pendidikan Hingga Julukan Duta Persahabatan

Kepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia. Namun di balik kesedihan itu, banyak orang mengenang dirinya sebagai sosok yang selalu menebar kebaikan, semangat, dan senyuman.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 11 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan