LANGIT7.ID, Jakarta,- - Suasana haru menyelimuti prosesi
pemakaman penyanyi
Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Ahad (8/3/2026). Di tengah hujan yang turun sejak pagi, keluarga, sahabat, dan para penggemar tetap datang mengantarkan kepergian musisi yang dikenal ramah dan penuh semangat tersebut.
Di antara para pelayat yang hadir, dai muda
Habib Ja'far Al Hadar turut menyampaikan kesan mendalam tentang sosok Vidi. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa almarhum meninggal dalam keadaan yang baik dan penuh
keberkahan.
Menurut
Habib Ja’far, waktu wafatnya
Vidi menjadi pertanda yang sangat baik dalam pandangan spiritual.
Baca juga: Hujan Iringi Keharuan Pemakaman Vidi Aldiano yang Dihadiri Sejumlah Artis dan Penggemar“Alhamdulillah, Vidi pergi dalam keadaan yang baik karena meninggal di hari dan bulan terbaik, yakni malam turunnya Al-Qur’an dan di
bulan Ramadhan. Ini jadi pertanda yang baik, beliau kembali menghadap Allah dan insyaAllah bisa menghuni surganya Allah,” ujarnya usai prosesi pemakaman.
Bagi Habib Ja’far, kebaikan seseorang sering kali terlihat dari kesaksian orang-orang di sekitarnya. Ia menilai kehadiran begitu banyak pelayat yang tetap datang meski diguyur hujan menunjukkan betapa Vidi dicintai banyak orang.
“Kita bisa lihat yang hadir hari ini banyak sekali, meski hujan. Itu bukti beliau orang yang baik. Banyak orang yang sering foto dan chat dengannya, dan semuanya selalu tersenyum,” katanya.
Habib Ja’far juga menyinggung perjalanan panjang Vidi menghadapi penyakit yang dideritanya. Sejak didiagnosis
kanker ginjal pada 2019, Vidi menjalani perjuangan selama tujuh tahun dengan penuh
kesabaran.
Menurutnya, penderitaan yang dialami seseorang bisa menjadi penggugur dosa, terlebih jika dijalani dengan keikhlasan.
Baca juga: Meninggal Dunia karena Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Akan Dimakamkan di Tanah Kusir“InsyaAllah sakit yang diderita Vidi selama tujuh tahun ini menjadi penggugur dosanya. Bahkan selama sakit, beliau tidak pernah mengeluh, justru memberikan motivasi kepada orang lain agar bisa survive seperti dirinya,” ungkapnya.
Habib Ja’far mengaku memiliki hubungan komunikasi yang cukup intens dengan Vidi dalam beberapa tahun terakhir, baik melalui program podcast maupun percakapan pribadi melalui WhatsApp. Dari situ ia melihat sisi spiritual yang terus berkembang dalam diri sang penyanyi.
“Dia sering WhatsApp saya dan sebaliknya. Semua komunikasinya tidak pernah personal, tetapi selalu tentang bagaimana memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah,” tutur Habib Ja’far.
Kesaksian itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa ia optimistis terhadap keadaan almarhum di sisi Allah.
“Makanya saya yakin insyaAllah beliau menjadi penghuni surga Allah SWT,” katanya.
Seperti diketahui, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.33 WIB di kediamannya setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019. Pada masa-masa terakhirnya, ia menjalani perawatan intensif dengan didampingi sang istri serta keluarga besar.
Baca juga: Mengenang Vidi Aldiano: Karir, Pendidikan Hingga Julukan Duta PersahabatanKepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia. Namun di balik kesedihan itu, banyak orang mengenang dirinya sebagai sosok yang selalu menebar kebaikan, semangat, dan senyuman.
(est)