Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 23 April 2026
home global news detail berita

Soal Polemik 'Cukup Aku yang WNI', Mahfud MD Desak Pemerintah Introspeksi

esti setiyowati Rabu, 25 Februari 2026 - 19:22 WIB
Soal Polemik 'Cukup Aku yang WNI', Mahfud MD Desak Pemerintah Introspeksi
Akui Dongkol pada Dwi Tias, Mahfud MD Desak Pemerintah Introspeksi. Foto: tangkapan layar.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Eks Menko Polhukam Mahfud MD ikut menanggapi polemik pernyataan alumni awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas dengan narasi "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan".

Mahfud MD mengaku secara personal merasa marah dan sedih karena pernyataan tersebut seolah menghina negara yang telah memberikan fasilitas pendidikan bagi yang bersangkutan.

Baca juga: Buntut Polemik 'Cukup Saya WNI', 44 Awardee LPDP Kena Sanksi

“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” kata Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, dilihat LANGIT7.ID pada Rabu, (25/2/2026).

Meski merasa dongkol pada Dwi Tias, Mahfud MD menilai aksi tersebut adalah potret keputusasaan masyarakat karena kebijakan yang tak kunjung membaik.

Baginya, kritik tersebut lahir dari fakta nyata dan kegagalan pemerintah dalam merespons aspirasi publik.

“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.

Menurut Mahfud, sebagian masyarakat merasa aspirasi mereka diabaikan dan perubahan kebijakan tidak kunjung terealisasi.

"Ini bukan tanpa data, tanpa fakta. Apa yang dikatakan itu berangkat dari fakta-fakta yang sering mengecewakan," kata Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud mengingatkan bahwa rasa nasionalisme bisa memudar apabila negara gagal dalam melindungi rakyatnya.

Baca juga: Isyana Sarasvati Tegaskan Bukan Penerima Beasiswa LPDP: Cek Dulu Faktanya!

“Rasa cinta kepada bangsa ini akan hilang pelan-pelan kalau negara tidak mampu mengayomi rakyatnya, memfasilitasi hak hidup secara wajar,” tegasnya.

Terkait tindakan yang diberikan pihak LPDP pada awardee yang melanggar aturan, Mahfud MD mengaku setuju dengan sanksi blacklist dan pengembalian dana.

Meski begitu, ia memberikan catatan kritis bahwa beasiswa dari negara tidak boleh disalahgunakan sebagai instrumen untuk membungkam daya kritis masyarakat.

Baginya, negara yang merdeka wajib menyejahterakan dan melindungi hak rakyatnya, termasuk hak untuk bersuara, karena tanpa kritik dan keterbukaan, bangsa ini tidak akan bisa berkembang maju.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 23 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)