LANGIT7.ID-, Jakarta - - Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga pemilik
Hanania Travel, Ahmad Farhan, dibawa ke ke
Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026).
Video tersebut viral setelah diunggah akun Threads @dhany_wahab dan memicu beragam reaksi dari warganet, khususnya para calon
jamaah umrah yang gagal berangkat melalui travel tersebut.
Dalam unggahannya, Dhany Wahab menuliskan harapan agar dana milik para jamaah yang belum diberangkatkan masih dapat dikembalikan.
Baca juga: Owner Hanania Travel Muncul ke Publik, Jamaah Tagih Transparansi Skema Refund“Akhirnya Farhan @hananiagroup.id dibawa ke Polda Metro Jaya... semoga masih ada peluang dana jamaah bisa dikembalikan,” tulis akun tersebut, dilihat Jumat (29/5/2026).
Sebelumnya, pemilik
Hanania Travel diketahui sempat menemui ratusan calon jamaah di kantor cabang perusahaan yang berada di gedung EightyEight, kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, pihak Hanania Travel mengakui belum dapat memberangkatkan sekitar 1.260 calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat pada periode Juni hingga Juli 2026.
Menurut Dhany, pihak Hanania Travel sempat menunjukkan surat perbantuan aset operasional berupa tanah di Semarang, Jawa Tengah, yang tercatat senilai Rp140 miliar.
Hanya saja, kata Dhany, Ahmad Farhan tidak dapat menunjukkan validitas surat maupun lampiran sertifikat. Sehingga membuat jamaah kurang yakin terhadap keabsahan surat maupun sertifikat yang diperlihatkan oleh pihak perusahaan.
Keraguan muncul lantaran dokumen tersebut tidak diperbolehkan untuk difoto atau didokumentasikan.
Baca juga: Pemilik Hanania Group Buka Suara Usai Viral Skandal Umrah Syawal Gagal Berangkat“Terhadap surat tersebut jamaah kurang yakin dan menanyakan validitas surat maupun lampiran sertifikat,” kata Dhany.
Selain itu, para jamaah juga mendesak untuk dilakukan audit terbuka terhadap kondisi keuangan Hanania Travel. Audit dinilai penting guna mengetahui secara rinci penggunaan dana jemaah umrah Syawal yang disebut mencapai sekitar Rp34 miliar.
Dalam penjelasannya kepada jamaah, pihak Hanania Travel melalui Farhan mengungkapkan kondisi keuangan perusahaan disebut telah mengalami defisit sejak awal tahun 2026.
"Penjelasan Farhan, kondisi keuangan Hanania memang sudah defisit sejak awal tahun 2026," ungkapnya.
Menurut penjelasan tersebut, defisit dipicu oleh tingginya biaya operasional perusahaan, harga paket umrah yang relatif lebih murah. Selain itu juga persoalan keberangkatan umrah Februari yang membutuhkan dana besar akibat sejumlah kondisi tak terduga.
Para jamaah berharap audit independen dapat segera dilakukan agar ada transparansi mengenai aliran dana perusahaan serta kepastian penyelesaian hak-hak calon jamaah yang belum diberangkatkan.
Baca juga: Pemilik Hanania Group Jadi Sorotan Usai Dugaan 1.500 Jamaah Umrah Gagal Berangkat(est)