Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 29 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bos Hanania Travel Digiring ke Polda Metro Jaya, Jamaah Minta Audit Dana Umrah

esti setiyowati Jum'at, 29 Mei 2026 - 16:37 WIB
Bos Hanania Travel Digiring ke Polda Metro Jaya, Jamaah Minta Audit Dana Umrah
Pemilik Hanania Travel digiring ke Polda Metro Jaya pada Kamis (28/5/2026) karena belum melunasi dana jamaah yang gagal berangkat. Foto: Thread.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga pemilik Hanania Travel, Ahmad Farhan, dibawa ke ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2026).

Video tersebut viral setelah diunggah akun Threads @dhany_wahab dan memicu beragam reaksi dari warganet, khususnya para calon jamaah umrah yang gagal berangkat melalui travel tersebut.

Dalam unggahannya, Dhany Wahab menuliskan harapan agar dana milik para jamaah yang belum diberangkatkan masih dapat dikembalikan.

Baca juga: Owner Hanania Travel Muncul ke Publik, Jamaah Tagih Transparansi Skema Refund

“Akhirnya Farhan @hananiagroup.id dibawa ke Polda Metro Jaya... semoga masih ada peluang dana jamaah bisa dikembalikan,” tulis akun tersebut, dilihat Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, pemilik Hanania Travel diketahui sempat menemui ratusan calon jamaah di kantor cabang perusahaan yang berada di gedung EightyEight, kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, pihak Hanania Travel mengakui belum dapat memberangkatkan sekitar 1.260 calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat pada periode Juni hingga Juli 2026.

Menurut Dhany, pihak Hanania Travel sempat menunjukkan surat perbantuan aset operasional berupa tanah di Semarang, Jawa Tengah, yang tercatat senilai Rp140 miliar.

Hanya saja, kata Dhany, Ahmad Farhan tidak dapat menunjukkan validitas surat maupun lampiran sertifikat. Sehingga membuat jamaah kurang yakin terhadap keabsahan surat maupun sertifikat yang diperlihatkan oleh pihak perusahaan.

Keraguan muncul lantaran dokumen tersebut tidak diperbolehkan untuk difoto atau didokumentasikan.

Baca juga: Pemilik Hanania Group Buka Suara Usai Viral Skandal Umrah Syawal Gagal Berangkat

“Terhadap surat tersebut jamaah kurang yakin dan menanyakan validitas surat maupun lampiran sertifikat,” kata Dhany.

Selain itu, para jamaah juga mendesak untuk dilakukan audit terbuka terhadap kondisi keuangan Hanania Travel. Audit dinilai penting guna mengetahui secara rinci penggunaan dana jemaah umrah Syawal yang disebut mencapai sekitar Rp34 miliar.

Dalam penjelasannya kepada jamaah, pihak Hanania Travel melalui Farhan mengungkapkan kondisi keuangan perusahaan disebut telah mengalami defisit sejak awal tahun 2026.

"Penjelasan Farhan, kondisi keuangan Hanania memang sudah defisit sejak awal tahun 2026," ungkapnya.

Menurut penjelasan tersebut, defisit dipicu oleh tingginya biaya operasional perusahaan, harga paket umrah yang relatif lebih murah. Selain itu juga persoalan keberangkatan umrah Februari yang membutuhkan dana besar akibat sejumlah kondisi tak terduga.

Para jamaah berharap audit independen dapat segera dilakukan agar ada transparansi mengenai aliran dana perusahaan serta kepastian penyelesaian hak-hak calon jamaah yang belum diberangkatkan.

Baca juga: Pemilik Hanania Group Jadi Sorotan Usai Dugaan 1.500 Jamaah Umrah Gagal Berangkat

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 29 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)