LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Hanania Group, perusahaan perjalanan haji dan umrah, tengah menjadi perhatian publik setelah
viral di media sosial terkait dugaan gagal memberangkatkan 38 grup
jamaah umrah.Menurut keterangan salah satu korban, yang diunggah lewat platform Thread, perusahaan yang dikenal dengan konsep "Umrah Milenial" ini diduga memiliki kendala dalam mengembalikan dana jamaah yang gagal berangkat.
Akun Thread @dhany_wahab menyebut ada 1.500 orang dari 38 group jamaah umrah Syawal yang tengah menunggu
dana refund dari Hanania Travel usai gagal berangkat.
Baca juga: Drama Refund Hanania Travel: Janji 4 Hari Cair, PIC Malah Menghilang"Saat ini ada 1.500 orang lebih (38 grup) jamaah umroh syawal @hananiagroup.id sedang berjuang agar uang kembali karena travel batal memberangkatkan," tulis akun @dhany_wahab dalam unggahannya.
Akun tersebut mengungkapkan bahwa dana jamaah yang telah terkumpul untuk perjalanan umrah mencapai Rp50 miliar. Namun, hingga saat laporan tersebut ditulis, pimpinan
Hanania Travel belum memberikan respons.
Sorotan publik kemudian beralih pada pemilik Hanania Group. Lalu, siapa pemilik Hanania Travel?
Hanania Group diketahui milik pasangan suami istri, Fitriatun Nisa Bahri (Komisaris Utama) dan Ahmad Syah Farhan Rachman (Direktur Utama).
Dalam unggahan di Instagram miliknya, nisaf_, merupakan Sarjana Tafsir Qur'an dari Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia lulus pada tahun 2018.
Sebelum bergelut di bisnis travel, Nisa Bahri pernah menggeluti sejumlah profesi mulai dari guide jamaah umrah, jastipers, hingga berjualan makanan kemasan.
Baca juga: Hanania Travel Diduga Gagal Terbangkan 38 Grup Umrah, 1.500 Jamaah Tuntut Refund Rp50 MiliarHanania Group merupakan biro perjalanan ibadah yang berdiri sekitar tahun 2018 dan menawarkan layanan umrah, haji furoda, serta paket wisata internasional seperti Turki dan Dubai.
Perusahaan ini dikenal mengusung konsep travel milenial dengan harga kompetitif serta menyasar berbagai kalangan jamaah.
Hanania Group juga pernah mengembangkan pola bisnis berbasis kemitraan melalui merek “Teras Hanania”. Skema ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki usaha biro perjalanan umrah dengan konsep syariah, menggunakan sistem operasional yang telah disiapkan oleh perusahaan.
Dari sisi pemasaran, Hanania Group dikenal cukup agresif dalam membangun citra di kalangan generasi muda.
Mereka mengusung tagline “umrah mewah harga pas” yang dirancang untuk menarik minat calon jamaah, terutama dari segmen milenial yang mencari layanan perjalanan ibadah dengan fasilitas lengkap namun tetap terjangkau.
Selain itu, perusahaan ini memaksimalkan strategi promosi digital melalui media sosial. Pendekatan tersebut diperkuat dengan kerja sama bersama sejumlah influencer, sehingga jangkauan promosi menjadi lebih luas.
Konten berupa dokumentasi perjalanan, testimoni jamaah, hingga visualisasi pengalaman umrah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik brand di mata publik.
(est)