LANGIT7.ID-, Jeddah -
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan kontrak 1.800
agen perjalanan asing yang beroperasi di sektor umrah.
Jumlah tersebut mencakup hampir sepertiga dari total sekitar 5.800 agen yang saat ini beroperasi di sektor umrah, dikutip dari laman Arab News, Selasa (3/2/2026).
Keputusan ini diambil setelah evaluasi rutin yang mengidentifikasi adanya
kinerja dan kualitas layanan di bawah standar.
Baca juga: Malaysia Luncurkan Kapal Pesiar Mewah yang Layani Perjalanan UmrahKementerian memberikan waktu selama 10 hari bagi agen yang terkena sanksi untuk pembenahan dan penyelarasan layanan dengan standar yang berlaku.
Sumber kementerian menyatakan bahwa penangguhan tersebut bersifat sementara dan hanya berlaku untuk penerbitan
visa baru.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari pendekatan regulasi yang bertujuan mendorong perbaikan administrasi, mengatasi masalah klasifikasi dan meningkatkan kepatuhan pada standar layanan resmi.
Kontrak kerja sama akan diaktifkan kembali setelah persyaratan dipenuhi dalam masa tenggang.
Kementerian menegaskan keputusan tersebut tidak berpengaruh pada jamaah yang telah memiliki visa dan reservasi resmi. Seluruh layanan bagi jamaah yang sudah terdaftar dipastikan tetap berjalan normal tanpa perubahan.
Baca juga: 11 Rekomendasi Hotel Terbaik di Mekah untuk Perjalanan UmrahJuru bicara kementerian, Ghassan Alnwaini mengatakan tindakan lebih lanjut akan diambil pada agen mana pun yang gagal memperbaiki kekurangan hingga batas waktu yang ditentukan.
“Langkah ini bertujuan menjaga keandalan layanan umrah serta melindungi hak dan keselamatan jamaah,” kata Alnwaimi.
Lebih lanjut Alnwaimi menyatakan bahwa kementerian akan terus mengintensifkan pemantauan dan evaluasi untuk memperkuat tata kelola sektor umrah.
(est)