LANGIT7.ID, Jakarta,- - Komisaris Utama
Hanania Group, Fitriatun Nisa Bahri dan Direktur Utama Hanania Group, Ahmad Syah Farhan Rachman akhirnya buka suara atas insiden
jamaah Syawal gagal berangkat.Pernyataan Nisa Bahri dan Ahmad Syah Farhan disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram resmi Hanania Group.
Dalam pernyataannya, Nisa Bahri dan Ahmad Syah Farhan
memohon maaf kepada seluruh jamaah Syawal yang terdampak. Sebagai pemilik perusahaan, keduanya berkomitmen menyelesaikan semuanya secara tuntas.
Baca juga: Pemilik Hanania Group Buka Suara Usai Viral Skandal Umrah Syawal Gagal Berangkat“Kami siap bertanggung jawab atas semua situasi hari ini. Pintu kantor kami terbuka selebar-lebarnya untuk Bapak Ibu yang ingin mendapatkan kejelasan. Kami juga berkomitmen untuk menyelesaikan semuanya hingga tuntas dengan solusi terbaik dan tercepat,” kata Ahmad Syah Farhan dalam video yang diunggah Senin (13/4/2026).
Unggahan pernyataan tersebut mendapat berbagai respons dari jamaah yang gagal berangkat. Lewat kolom komentar para jamaah menyatakan bahwa
skema refund yang ditetapkan
Hanania dinilai tidak transparan.
"Refund dibayar bertahap tuh persetujuan dari siapa? Berapa tahap aja enggak jelas. Perhitungannya beda-beda," kata akun @ulisptrn.
Lebih lanjut akun tersebut mempertanyakan jaminan dari pihak
Hanania Travel mengenai kemampuan untuk melunasi seluruh kewajiban, baik dalam bentuk
pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang keberangkatan (reschedule).
Selain itu akun @ulisptrn juga menanyakan konsekuensi yang akan diberikan apabila proses tersebut melewati batas waktu (due date) yang telah disepakati sebelumnya, serta menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak dianggap cukup.
Baca juga: Pemilik Hanania Group Jadi Sorotan Usai Dugaan 1.500 Jamaah Umrah Gagal Berangkat"Apa jaminan kalian bisa melunasi semua kewajiban? Baik yang refund atau reschedule. Kalau lewat dari due date yang dari awal disepakati, konsekuensinya apa? Minta maaf doang enggak cukup. Uangnya masih ada enggak?" tanyanya.
Akun lain juga mengungkapkan sejumlah fakta yang tidak disebutkan dalam video Nisa Bahri dan Ahmad Syah Farhan. Menurut akun @mridwansaleh, jamaah terdampak mencapai 1.500 orang yang tersebar ke dalam sedikitnya 30 group keberangkatan dengan jumlah pengajuan refund sekitar 1.000 orang terdampak.
"Total kewajiban refund sebesar 30 Miliar Rupiah lebih. Realisasi refund sejak tanggal 25 Maret s.d. 13 April 2026 (12 hari kerja) belum sampai 5% dari total kewajiban refund," tulis akun tersebut.
Selain itu, @mridwansaleh juga mengungkap bahwa pengembalian dana jamaah dilakukan secara acak dan dibayar tidak penuh.
Ia menilai bahwa pemilik Hanania Group tidak memiliki itikadi baik dalam menjelaskan skema refund yang adil dan pasti.
"Pencairan refund dilakukan secara acak, tidak full, dan terkesan semau-maunya owner. Tidak memiliki iktikad baik dalam menjelaskan skema refund yang adil dan pasti. Tidak dapat menjelaskan secara rasional dan akuntabel dalam memastikan pencairan refund sepenuhnya dalam 30 hari kerja," ungkapnya.
Baca juga: Drama Refund Hanania Travel: Janji 4 Hari Cair, PIC Malah MenghilangDi akhir komentarnya, akun @mridwansaleh mendesak pencairan refund dalam waktu 30 hari kerja sesuai dengan komitmen awal Hanania Travel.
"Jika tidak, maka akan mengarah pada masalah yang lebih serius dari hari ini," tegasnya.
(est)