Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 23 Mei 2026
home global news detail berita

Fadli Zon dan LPDP Bahas Dana Indonesiaraya untuk Perkuat Ekosistem Kebudayaan

tim langit 7 Jum'at, 22 Mei 2026 - 08:49 WIB
Fadli Zon dan LPDP Bahas Dana Indonesiaraya untuk Perkuat Ekosistem Kebudayaan
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan LPDP dalam pengelolaan Dana Indonesiaraya, Dana Abadi Kebudayaan, serta pengembangan skema beasiswa kebudayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya memperkuat sistem pendampingan dan penyederhanaan mekanisme administratif Dana Indonesiaraya agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku budaya, komunitas seni, sanggar, serta masyarakat adat di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, berbagai kritik terhadap kerumitan birokrasi pada pelaksanaan tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi bersama. “Kita ingin ada simplifikasi proses tanpa mengurangi prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ucap Menteri Kebudayaan dalam keteranga resmi, Jumat (22/5/2026).

Menbud menegaskan bahwa Balai dan Kantor Pelestarian Kebudayaan perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pendampingan kepada para penerima manfaat, termasuk kebutuhan komunitas budaya dan kendala yang dihadapi para pelaku seni di daerah masing-masing. Kementerian Kebudayaan saat ini tengah menyiapkan pusat layanan pendampingan yang didukung sumber daya manusia dengan kompetensi substansi kebudayaan guna membantu komunitas budaya dalam proses pengajuan, pelaporan, dan pengelolaan program Dana Indonesiaraya.

Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa Dana Indonesiaraya diarahkan untuk mendukung berbagai kegiatan strategis kebudayaan, seperti Festival Musik Indonesia (FMI), Anugerah Musik Indonesia (AMI), Sanfest, penulisan buku oleh masyarakat dan sejarawan, hingga penguatan ekonomi budaya di daerah. Ia menilai pengembangan ekonomi budaya menjadi penting di tengah situasi geopolitik global yang dinamis agar aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat tetap bergerak. “Ekonomi budaya di daerah harus terus hidup. Aktivitas kebudayaan dapat membantu menjaga stabilitas sosial sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung,” jelas Menbud.

Selain Dana Indonesiaraya, pertemuan juga membahas pengembangan program beasiswa LPDP bidang kebudayaan, termasuk pemetaan program studi dan universitas yang relevan untuk mendukung penguatan sektor budaya Indonesia. Menteri Kebudayaan berharap penerima beasiswa kebudayaan ke depan dapat menjadi duta budaya Indonesia yang berkontribusi aktif dalam diplomasi budaya internasional.
Direktur Keuangan dan Umum LPDP, Albertus Kurniadi H., menyampaikan bahwa LPDP berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola Dana Abadi Kebudayaan agar penyaluran Dana Indonesiaraya dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh para pelaku budaya di seluruh Indonesia. Menurutnya, sinergi antara LPDP dan Kementerian Kebudayaan menjadi kunci dalam membangun mekanisme pendanaan kebudayaan yang profesional sekaligus adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

“Jumlah penerima pemanfaat Dana Abadi Kebudayaan meningkat drastis dari tahun sebelumnya, dan ini menjadi semangat bagi kami untuk bisa menjalankan tugas dengan baik,” jelas Kurniadi.

Kementerian Kebudayaan dan LPDP juga membahas pentingnya lokakarya dan pendampingan berbasis klaster pelaku budaya agar proses pengajuan dan pengelolaan program semakin efektif. Proses seleksi akan dilakukan lebih terarah untuk memastikan penerima manfaat yang dipilih dapat dibina secara berkelanjutan melalui penguatan manajemen talenta dan ekosistem budaya daerah.

Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam pertemuan tersebut, diantaranya Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Puguh Wiyatno; Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Lita Rahmiati; serta Tenaga Ahli, Neno Warisman. Sedangkan hadir dari LPDP, antara lain Direktur Keuangan dan Umum, Albertus Kurniadi H.; Direktur Investasi, Muhammad Oriza; Direktur Beasiswa, Dwi Larso; dan Direktur Fasilitasi Riset, Ayom Widipaminto.

Sebagai penutup, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa penguatan tata kelola Dana Indonesiaraya dan beasiswa kebudayaan merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem budaya nasional yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa negara hadir untuk mendukung para pelaku budaya di seluruh Indonesia.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 23 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)