LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan RI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem sastra melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026. Festival sastra internasional yang telah berlangsung sejak 2010 ini dinilai konsisten menjadi ruang kolaborasi lintas seni, komunitas, dan publik selama 15 tahun terakhir.
MIWF 2026 diselenggarakan di Fort Rotterdam, Makassar, pada 14–17 Mei 2026. Mengusung tema “Re-co-ordinate”, festival ini menjadi ruang pertemuan penulis, seniman, akademisi, dan masyarakat untuk membahas berbagai isu sosial, budaya, lingkungan, hingga kemanusiaan melalui diskusi, workshop, pameran, pertunjukan seni, dan pemutaran film.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis, menyampaikan bahwa keberlanjutan MIWF merupakan pencapaian penting di tengah tumbuhnya berbagai festival sastra di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan MIWF menunjukkan adanya komitmen, strategi, energi, dan resiliensi dari para penggerak festival dalam menjaga ruang kebudayaan tetap hidup dan relevan. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Butuh komitmen, strategi, energi, dan resiliensi dari teman-teman yang menjadi motor penggerak MIWF. Mewakili Kementerian Kebudayaan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi teman-teman semua,” ujar Anissa pada Malam Pembukaan MIWF 2026 dikutip Sabtu (16/5/2026).
Anissa menambahkan, MIWF tidak hanya menghadirkan diskursus sastra, tetapi juga membuka ruang bagi seni pertunjukan, seni rupa, film, aktivisme warga, serta berbagai komunitas di Makassar dan berbagai daerah di Indonesia untuk tumbuh bersama. Tema “Re-co-ordinate” yang diangkat tahun ini dinilai relevan karena menempatkan MIWF sebagai ruang relasional yang menghubungkan jejaring seni budaya dan sosial sekaligus mengajak publik meninjau kembali makna kemanusiaan di tengah berbagai persoalan hari ini.
![Kementerian Kebudayaan Perkuat Ekosistem Sastra lewat Makassar International Writers Festival 2026]()
MIWF 2026 menghadirkan 144 program yang melibatkan ratusan panelis, komunitas, dan mitra kolaborator dari berbagai negara. Program pengembangan talenta mencakup penguatan MIWF sebagai hub pengembangan talenta Manajemen Talenta Nasional (MTN) di bidang sastra, film, seni pertunjukan, dan seni rupa melalui lokakarya, pameran, pertunjukan tari, dan pemutaran film. Selain itu, dukungan juga diberikan untuk mendorong internasionalisasi sastra Indonesia melalui program penerjemahan, forum, diskusi publik, dan ruang jejaring. Dukungan tersebut turut diarahkan pada penguatan regenerasi penulis muda Indonesia Timur melalui Emerging Writers MIWF serta penguatan diplomasi budaya Indonesia–Prancis di bidang sastra. Kementerian Kebudayaan juga mendukung penyusunan catatan perjalanan festival sebagai sumber pengetahuan dan rujukan bersama bagi pengembangan ekosistem sastra dan kebudayaan di masa mendatang.
"Semoga seluruh program ini bisa memberikan dampak besar bagi penguatan ekosistem seni budaya di Indonesia. Saya juga berharap MIWF dapat terus hadir di tahun-tahun mendatang, tidak hanya sebagai festival sastra, akan tetapi sebagai ruang tumbuh bersama bagi semua kalangan,” tambah Anissa Rengganis.
Direktur MIWF, M. Aan Mansyur, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga MIWF tetap hidup dan bermanfaat luas bagi penguatan ekosistem sastra nasional. “MIWF mampu bertahan hingga saat ini karena digerakkan oleh warga dan komunitas yang menjaga festival ini tetap hidup dari tahun ke tahun,” ujar Aan Mansyur.
Turut hadir dalam penyelenggaraan MIWF 2026, antara lain Direktur Promosi Kebudayaan, Wawan Yogaswara, serta Direktur Pengembangan Budaya Digital, Insan Abdirrohman.
Melalui penyelenggaraan Makassar International Writers Festival 2026, Kementerian Kebudayaan mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem sastra dan kebudayaan Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Kebudayaan juga berharap MIWF dapat terus menjadi ruang temu bagi talenta, komunitas, dan publik dalam memperluas jejaring kebudayaan di tingkat nasional maupun internasional.
(lam)