LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi penyanyi senior Indonesia, Grace Simon, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan berlangsung hangat dan dialogis dengan pembahasan seputar pelestarian musik Indonesia, pengarsipan karya musik nasional, hingga penguatan ekosistem bagi musisi senior tanah air.
Dalam diskusi tersebut, Grace Simon menyampaikan berbagai gagasan terkait pentingnya menjaga memori dan warisan musik Indonesia, termasuk dokumentasi karya-karya musisi lintas generasi. Ia juga menyampaikan harapan agar tersedia lebih banyak ruang pertunjukan reguler yang dapat menjadi wadah apresiasi bagi musisi senior maupun generasi baru.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan menilai bahwa musik merupakan bagian penting dari identitas budaya bangsa sekaligus medium diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. Menurutnya, pelestarian musik tidak cukup hanya melalui dokumentasi, tetapi juga perlu didukung dengan penguatan ekosistem pertunjukan dan ruang interaksi antargenerasi. “Jadi memang ada ruang yang hidup untuk musik, ada penontonnya, ada tiketnya, dan menjadi bagian dari ekosistem budaya,” ujar Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas upaya pengarsipan kaset, piringan hitam, dan dokumentasi musik Indonesia yang dinilai penting sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Grace Simon juga memperlihatkan sejumlah koleksi dan dokumentasi karya musik Indonesia yang telah dihimpun selama bertahun-tahun.
Menteri Kebudayaan menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri musik untuk memastikan warisan musik Indonesia tetap lestari dan dapat diakses generasi mendatang.
“Musik adalah bagian dari perjalanan sejarah dan kebudayaan kita. Apa yang dilakukan para musisi senior merupakan kontribusi besar bagi identitas budaya Indonesia dan harus kita jaga bersama,” tambah Menteri Kebudayaan.
Turut hadir mendampingi Menbud yaitu Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana, dan Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti.
Audiensi ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk membuka ruang dialog dengan para pelaku budaya lintas generasi guna memperkuat ekosistem kebudayaan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Menteri Kebudayaan menyampaikan harapannya agar semakin banyak inisiatif pelestarian musik Indonesia yang dapat dikembangkan, baik melalui dokumentasi, pertunjukan, maupun penguatan ruang-ruang budaya yang mendukung kreativitas para musisi Indonesia.
(lam)