LANGIT7.ID-Bogor; Suara lantang buruh Kabupaten Bogor akan mengguncang kawasan Monas pada Hari Buruh Internasional (May Day) Jumat (1/5/2026). Sebanyak 8.000 pekerja dari berbagai pabrik di kawasan Cibinong, Citeureup, hingga Gunung Putri dipastikan bakal memadati Ibu Kota. Ribuan buruh lainnya dari Bekasi, Tangerang, Depok juga dipastikan akan menambah banjirnya massa pada puncak may day ini.
Tak hanya sekadar karnaval, ribuan buruh ini datang membawa misi besar: menuntut keadilan ekonomi dan penghapusan sistem kerja yang dinilai "mengikat dan memeras".
Ketua LKS Tripartit Serikat Pekerja Kabupaten Bogor, Komarudin, mengungkapkan bahwa aksi kali ini digelar secara unik. "Buruh tidak berkumpul di satu titik, tapi langsung bertolak dari masing-masing perusahaan. Mereka sudah gerah," ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Empat Tuntutan Krusial: Hapus Kontrak!, Hapus Outsourcing!Buruh Bogor tak main-main. Komarudin merinci empat tuntutan utama yang akan dikumandangkan di kawasan patung Arjuna Wijaya:
1. Sahkan RUU Ketenagakerjaan menjadi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak pada rakyat.
2. Hapus sistem kerja outsourcing yang selama ini dinilai memutus rantai kesejahteraan buruh.
3. Hapus sistem kerja kontrak dan pemagangan semena-mena.
4. Tolak upah murah, terutama karena kebutuhan pokok kian melambung.
"Kami tidak datang untuk main-main. Ini masalah hidup mati buruh," tegas Komarudin dengan nada membara.
Gelombang Besar dari Jabar: 50.000 Buruh Siap Pengepung MonasPergerakan 8.000 buruh Bogor hanyalah bagian kecil dari gelombang besar. Ketua KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto, mengonfirmasi bahwa total 50.000 buruh dari berbagai daerah seperti Cirebon, Indramayu, Karawang, hingga Bekasi akan turut "mengepung" Monas.
Strategi pemberangkatan dilakukan bertahap sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari agar semua massa siap sejak pagi di titik nol Monas.
"Ada yang berangkat jam 10 malam, jam 12 malam, jam 1 dini hari, terakhir jam 3 subuh. Target kami jam 7 pagi semua sudah masuk Monas," ungkap Roy.
Presiden Prabowo Hadir, Buruh Punya MomentumYang membedakan May Day 2026 dari tahun-tahun sebelumnya adalah rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Monas. Momen ini dimanfaatkan oleh buruh se-Jabar untuk secara langsung mengawal pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, sesuai amanat Putusan Mahkamah Konstitusi.
Selain itu, dalam ranah hukum, buruh Jawa Barat juga tengah berjuang di PTUN Bandung terkait gugatan terhadap Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) yang dinilai masih timpang.
"Dengan Presiden hadir, kami ingin suara buruh didengar langsung. Jangan sampai May Day hanya jadi seremonial," pungkas Roy.
Suara 8.000 buruh Bogor dan puluhan ribu rekannya akan menggema di Monas. Satu pesan utama yang ingin disampaikan: Stop Outsourcing, Hapus Sistem Kontrak, dan Tolak Upah Murah!(*/saf)
(lam)