LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pelaksanaan revitalisasi tahun 2026 telah berjalan hampir 70 persen dari alokasi awal. Sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah memasuki tahap pengerjaan dan sebagian sekolah tersebut ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026.
Dengan demikian bangunan baru hasil revitalisasi dapat digunakan para warga sekolah di momen awal tahun ajaran baru 2026/2027.
Hal tersebut disampaikan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti pada pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis lalu, dikutip Minggu (14/6/2026).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua yang menjadi komitmen utama pemerintah untuk mewujudkan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Dalam hal ini, Kemendikdasmen mewujudkan hal tersebut antara lain melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, serta sejumlah program peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru.
Baca juga: Program Revitalisasi Sekolah di Sumut Diresmikan, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp852,49 MTerkait
Revitalisasi Satuan Pendidikan, sampai dengan tahun 2025, dijelaskannya program revitalisasi telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau sebanyak 16.167 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp16,9 triliun.
"Melalui skema swakelola, program revitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja dengan rentang waktu pekerjaan antara tiga hingga delapan bulan," papar Abdul Mu'ti dalam keterangannya.
Selain meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi, Menteri Mu'ti menuturkan bahwa tahun 2025 Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut kini telah dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan hasil kajian menunjukkan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta motivasi belajar murid.
Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru Dalam bidang peningkatan mutu guru, Mendikdasmen menegaskan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik Indonesia. Terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG), Kemendikdasmen telah menyalurkan kepada guru ASN transfer langsung ke rekening masing-masing guru sebanyak satu kali gaji pokok per bulan.
Sementara itu, untuk guru non-ASN yang tersertifikasi juga telah menerima dana tunjangan sebanyak Rp2 juta per bulan.
"Kebijakan ini menunjukkan komitmen Presiden untuk menghadirkan birokrasi yang lebih sederhana sehingga guru dapat merasakan manfaat program secara langsung," ujar Menteri Mu'ti.
Baca juga: Kawal Terus Program Revitalisasi Sekolah, Segera Laporkan Dugaan Kecurangan di Layanan Pengaduan Berikut IniSelain itu, Menteri Abdul Mu'ti turut menjelaskan terkait peningkatan kualitas kompetensi guru melalui program beasiswa pendidikan. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan bantuan sebesar Rp3 juta per orang per semester.
Di tahun 2026, Kemendikdasmen terus melanjutkan dan memperluas cakupan program dengan mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1, dengan nominal bantuan yang sama.
"Saat ini program tersebut telah memasuki semester kedua. Kami berharap nantinya Presiden Prabowo Subianto akan hadir dan mewisuda seluruh guru yang menerima bantuan program tersebut," tutup Mendikdasmen.
(lsi)