Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Indonesia dan Singapura Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berorientasi Masa Depan

lusi mahgriefie Senin, 27 Juli 2026 - 07:46 WIB
Indonesia dan Singapura Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berorientasi Masa Depan
Mendikdasmen Abdul Muti bertemu Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee di Singapura. Foto: dok. Kemendikdasmen
LANGIT7.ID-, Singapura - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura semakin memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Sejumlah kesepahaman kedua negara pun dibuat, mulai dari pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pendidikan, hingga penguatan akses pendidikan bagi peserta didik.

Pertemuan bilateral antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dan Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee, menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pendidikan kedua negara di sela-sela penyelenggaraan 14th/ASEAN Education Ministers Meeting (ASED).

Pertemuan yang diselenggarakan pada Rabu (22/7) lalu itu menghasilkan sejumlah kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi pendidikan Indonesia-Singapura.

Baca juga: Kerja Sama Pendidikan ASEAN Prioritaskan AI dan STEM Pada Rencana Kerja 2026-2030

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu'ti juga menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, yang banyak di antaranya tinggal di wilayah pelosok.

Sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.

"Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," ujar Menteri Mu'ti dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (27/7/2026).

Mendikdasmen juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir reflektif dan berpikir kritis peserta didik.

Sebagai ilustrasi, Abdul Mu'ti menceritakan pengalamannya saat meminta AI menyiapkan bahan presentasi dalam bahasa Jawa. AI mengaku tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia dalam memahami bahasa, budaya, maupun konteks lokal.

Baca juga: Indonesia Jadi Magnet Keuangan Syariah ASEAN, Fitch Prediksi Pembiayaan Tumbuh 10 Persen pada 2026

"Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi, jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak," tegasnya.

Indonesia dan Singapura Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Pada kesempatan yang sama, Desmond Lee menginisiasi pembaruan MoU kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017. Menurutnya, perkembangan teknologi, AI, dan berbagai tantangan global perlu direspons melalui kerja sama yang lebih adaptif dan berorientasi ke masa depan, terlebih menjelang peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Singapura pada 2027.

"Sejak 2017, banyak yang telah berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura," kata Desmond Lee.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Mu'ti menyambut baik inisiatif pembaruan MoU sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan kedua negara.

Mendikdasmen juga membuka peluang kolaborasi dengan Temasek maupun perusahaan-perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi peserta didik di wilayah yang berdekatan dengan Singapura, seperti Sumatra, termasuk dalam mengatasi tantangan learning loss.

Selain membahas pemanfaatan teknologi dan penguatan kerja sama pendidikan, kedua menteri juga mendiskusikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang masa penggunaan lokasinya akan berakhir pada April 2027.

Mendikdasmen berharap kedua negara dapat menemukan solusi terbaik agar layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Singapura dapat terus berlangsung. Keduanya juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pekerja migran Indonesia agar semakin profesional selama bekerja di Singapura.

Pertemuan bilateral berlangsung dalam suasana hangat. Kedua menteri saling bertukar apresiasi terhadap angklung, Batik Megamendung khas Cirebon, Batik Peranakan, hingga durian yang menjadi simbol kedekatan budaya Indonesia dan Singapura.

Suasana tersebut mencerminkan eratnya hubungan kedua negara yang terus diperkuat melalui kerja sama di bidang pendidikan.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan