Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ada Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Kini Pemerintah Punya Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya?

lusi mahgriefie Rabu, 22 Juli 2026 - 08:30 WIB
Ada Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Kini Pemerintah Punya Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya?
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan program terbaru dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dibanding program yang sudah ada yaitu Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, apa yang menjadi pembeda SNT?

SNT adalah perwujudan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Terkait dengan program pendidikan di Indonesia, SNT bukan sekolah pertama yang didirikan selama masa pemerintahan Prabowo Subianto, tentunya disamping sekolah-sekolah negeri berbagai jenjang yang sudah ada jauh sebelum ini.

Seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Mari dibahas satu persatu terlebih dahulu sebelum lanjut mengenal apa itu SNT.

Sekolah Rakyat didirikan sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Baca juga: Tinggal di Asrama dengan Fasilitas Terbaik dan Gratis, Tapi Sekolah Rakyat Tidak Buka Pendaftaran

Program ini berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) yang bekerja sama dengan Kemendikdasmen. Sekolah ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2). Oleh karena itu disediakan asrama gratis.

Kemudian Sekolah Unggul Garuda yang dibentuk melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dan Perpres No. 116 Tahun 2025. Fokus utamanya adalah mencetak talenta unggul di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) agar mampu bersaing di 100 universitas top dunia.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, and Teknologi (Kemdiktisaintek).

Baca juga: 12 Lembaga Pendidikan Jadi Andalan Sekolah Garuda, 2 Diantaranya Dipilih Dari Madrasah Aliyah

Terdapat dua jenis yaitu Sekolah Garuda Baru (dibangun pemerintah dari nol), dan Sekolah Garuda Transformasi (sekolah yang ditingkatkan kapasitasnya seperti SMAN Unggul M.H. Thamrin dan SMA Unggul Del).

Apakah ada biaya tertentu untuk murid? Ada dua skema yaitu gratis 100 persen untuk biaya pendidikan dan asrama bagi siswa yang berhasil lolos seleksi melalui jalur beasiswa. Serta ada juga skema jalur reguler berbayar bagi siswa dari keluarga mampu.

Mengenal Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, SNT bukan sekadar membangun sekolah baru, melainkan menghadirkan layanan pendidikan bermutu yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi pusat pengembangan pendidikan di daerah.

"SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya," ujar Mendikdasmen mengutip laman Kemendikdasmen.

SNT pada prakteknya yaitu mengintegrasikan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Integrasi tersebut tidak hanya mencakup jenjang pendidikan dan bangunan sekolah, tetapi juga proses pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, hingga sistem penjaminan mutu.

Baca juga: Pemerintah Mulai Siapkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi, Targetkan 500 Layangan Hingga 2029

Tiga transformasi Utama yang menjad tumpuan SNT yaitu transformasi infrastruktur, transformasi sumber daya manusia, serta transformasi karakter dan pembelajaran.

SNT tidak dirancang menjadi sekolah yang tumbuh sendiri, melainkan sebagai katalisator peningkatan mutu pendidikan di wilayahnya. Sekolah ini harus menjadi mitra bagi sekolah-sekolah di sekitarnya melalui laboratorium pembelajaran, pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar bersama, pengimbasan praktik baik, kemitraan dan pendampingan sekolah, serta peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

"Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya, melainkan juga diukur dari semakin banyaknya guru yang berkembang keprofesioannya, meningkatnya sekolah yang saling berkolaborasi, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut," tegas Mendikdasmen.

Siapa Saja Murid yang Bisa Masuk SNT?

Operasional 17 SNT mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah telah menyiapkan kelas transisi, baik pada bangunan baru seperti di Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, maupun fasilitas belajar lain yang disediakan pemerintah daerah.

Adapun calon murid yang diterima di SNT berasal dari daerah tempat SNT berada, sehingga kehadiran sekolah ini benar-benar memperluas akses pendidikan bermutu bagi masyarakat setempat.

Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) akan dilaksanakan secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel.

Baca juga: Heboh Lagi Anggaran Sekolah Rakyat: Pengadaan Bingkai Foto Presiden dan Wapres Capai Rp4,14 Miliar

Tahapan seleksi berlangsung pada 21-24 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 3 Agustus 2026, dan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 10 Agustus 2026.

Untuk informasi lebih jelas, Mendikdasmen mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai SNT melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun portal resmi SNT.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan ataupun mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan yang berlaku.

Fasilitas di SNT

SNT dirancang untuk mendukung tumbuh kembang murid secara optimal. Oleh karena itu, disiapkan berbagai fasilitas modern, seperti smart classroom, green school, laboratorium dan fasilitas pembelajaran yang lengkap dan modern, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput di dalam wilayah kabupaten.

Kurikulum yang dikembangkan di SNT ada tiga lapis yaitu kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis konteks lokal sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Dengan demikian, setiap SNT akan memiliki keunggulan yang berbeda, seperti bidang pertanian, perikanan, koding dan kecerdasan artifisial, maupun potensi unggulan lainnya.

"Nantinya setiap SNT memiliki kekhasan sesuai potensi daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang didukung oleh digitalisasi pembelajaran dan pengayaan tingkat global," jelas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto dikutip dari laman Kemendikdasmen.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan