LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program
Presiden Prabowo Subianto dalam upaya membangun sumber daya manusia yang unggul serta memutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat (SR) adalah program pendidikan gratis yang didirikan pemerintah Indonesia dalam hal ini
Kementerian Sosial (Kemensos) untuk anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem (Desil 1 & 2 DTSEN).
Sekolah ini berasrama (boarding school), menyediakan fasilitas lengkap dari SD-SMA, makan tiga kali sehari, snack sebanyak dua kali sehari, 8 set seragam, cek kesehatan, hingga laptop. Semuanya gratis.
Dengan fasilitas tersebut membuat para orangtua murid bertanya-tanya mengenai cara masuk ke sekolah tersebut. Namun ditegaskan Gus Ipul bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, yang ada hanya penjangkauan.
"Jadi nanti yang ada di data (DTSEN), akan dijangkau, kemudian nanti ada pihak dari Dinsos, ditetapkan Kepala Daerah, ditandatangani, lalu ditetapkan sebagai, siswa Sekolah Rakyat," jelasnya.
Dengan demikian ditegaskan
Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Seleksi dilakukan melalui penjangkauan langsung berbasis DTSEN, dengan verifikasi lapangan oleh pendamping sosial bersama pemerintah daerah.
"Pastikan bahwa rekrutemen ini jauh dari kongkalikong, suap-menyuap dan dari titipan-titipan yang jauh dari tujuan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saya terus terang dititipi (amanah) oleh Presiden. (Sekolah Rakyat) harus dijaga betul," klaim Gus Ipul.
Saat ini Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial sudah memenuhi 63 titik, dan beroperasi mulai Juli 2025.
Untuk itu Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta adanya evaluasi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Mulai dari evaluasi bidang kesehatan, akademik, fisik dan mental. Termasuk evaluasi bidang SDM yang meliputi tenaga kependidikan, guru hingga bagian keamanan.
Semuanya lakukan evaluasi. Laporkan kepada kami, biar kami bisa menganalisis dan memberikan solusi. Kekurangannya apa saja dan keunggulannya apa saja," ujarnya.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Memasuki Tahap II, Penuhi Target Program di 32 ProvinsiGus Ipul juga meminta kepada seluruh Kepala Sekolah untuk membuat perencanaan tertulis terkait penerimaan siswa baru ke depan. "Tiga bulan lagi, tolong dipersiapkan dengan baik (penerimaan siswa baru)," katanya mengutip keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Gus Ipul juga berpesan kepada siswa yang membutuhkan perhatian khusus bahkan mungkin perlu proses rehabilitasi, untuk dapat dilakukan di sentra milik Kemensos. Dengan demikian, tidak ada siswa yang dipulangkan atau dikembalikan ke rumah.
"Kita ingin anak-anak yang tidak sanggup diikutkan dalam proses belajar-mengajar karena satu dan lain hal, itu bisa kita lakukan rehabilitasi di Sentra-Sentra terdekat. Jadi tidak perlu khawatir Bapak-Ibu sekalian, laporkan, kita carikan solusi. Ingat ya bahwa latar belakang mereka beda-beda, dan tidak semua linier," urainya.
Lebih lanjut Gus Ipul juga menekankan untuk lebih memperkuat prestasi pada bidang Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika (STEM).
"Dibutuhkan upaya khusus dari Kepala Sekolah, agar prestasi-prestasi di bidang akademik ke depan semakin menonjol," kata Gus Ipul. Meskipun prestasi dibidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa yang telah banyak ditorehkan oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat harus tetap berjalan.
Gus Ipul juga berharap seluruh Sekolah Rakyat memiliki ekstrakulikuler yang dapat diandalkan, sehingga ketika ada kunjungan bisa dijadikan sebagai salah satu menu untuk menyambut para tamu.
Sekolah Rakyat untuk Anak IstimewaMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan afirmatif dengan pendekatan istimewa, khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera atau kelompok dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Sekolah Rakyat ini adalah untuk anak-anak dari keluarga yang 'istimewa'," ujarnya dalam pertemuan Sekretaris Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemda Bogor di Selalu Ada Kafe Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), beberapa waktu lalu.
Lantaran itu, lanjut Gus Ipul, penanganan dan kebijakannya juga harus istimewa.
Baca juga: Sekolah Rakyat Resmi Dibuka, Komisi VIII Minta Pemerintah Evaluasi BerkalaGus Ipul menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga intervensi menyeluruh terhadap keluarga siswa. Orang tua didorong untuk diberdayakan, mendapatkan bantuan sosial, hingga perbaikan rumah agar lebih layak huni.
"Karena ini sekolah istimewa. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan. Rumahnya dibantu supaya lebih layak huni dan diberi bansos lengkap. Nanti (orang tuanya) didorong menjadi anggota Koprasi Desa Merah Putih dan diintervensi dengan program strategis Presiden Prabowo. Nanti anak-anaknya lulus, orang tuanya juga naik kelas. Itulah istimewanya gagasan Presiden," katanya.
Menurut Gus Ipul, mayoritas siswa Sekolah Rakyat menunjukkan minat melanjutkan pendidikan. Dari sekira 6.000 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas, sebanyak 74 persen ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sementara sisanya memilih menjadi tenaga kerja terampil.
(lsi)