Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 29 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Memahami Kemampuan Anak Berdasarkan Kategori dari Hasil TKA, Sekolah dan Orangtua Wajib Tahu

lusi mahgriefie Jum'at, 29 Mei 2026 - 10:11 WIB
Memahami Kemampuan Anak Berdasarkan Kategori dari Hasil TKA, Sekolah dan Orangtua Wajib Tahu
Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) harus dipahami bahwa tidak hanya berupa angka semata. Di balik nilai yang diperoleh siswa, terdapat gambaran tentang kemampuan berpikir, memahami materi, hingga cara anak menyelesaikan persoalan.

Oleh karena itu, orangtua dan guru perlu memahami arti dari setiap kategori nilai agar dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada anak.

Dalam contoh deskripsi kategori TKA jenjang SD/MI sederajat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, kemampuan siswa dibagi dalam beberapa kategori: Kurang, Memadai, Baik dan Baik-Istimewa.

Perlu diketahui bahwa setiap kategori menunjukkan tingkat penguasaan kemampuan yang berbeda. Berdasarkan paparan yang disampaikan Kemendikdasmen dalam taklimat media, Selasa (26/5) lalu, berikut ini penjelasannya:

Memahami Kategori Kemampuan Bahasa Indonesia

Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, kategori nilai dibagi menjadi:

Kurang: nilai di bawah 50
Memadai: nilai 50 hingga kurang dari 76,67
Baik: nilai 76,67 ke atas
Baik-Istimewa: nilai 95 ke atas

1. Kategori "Kurang"

Kategori ini diartikan bahwa anak baru memahami informasi dasar. Siswa dalam kategori ini umumnya baru mampu mengidentifikasi informasi yang tersurat dalam teks. Artinya, anak hanya dapat menemukan informasi yang sudah tertulis secara langsung tanpa perlu penalaran lebih jauh.

Sebagai contoh, ketika membaca cerita pendek, anak mungkin hanya mampu menjawab pertanyaan sederhana seperti siapa tokohnya atau di mana peristiwa terjadi. Namun, anak belum mampu memahami makna yang lebih dalam atau menyimpulkan isi bacaan.

Kategori ini bukan berarti anak tidak mampu belajar, melainkan menunjukkan bahwa kemampuan literasi dasar masih perlu diperkuat. Pendampingan membaca rutin, latihan memahami isi bacaan, serta membiasakan anak berdiskusi tentang cerita dapat membantu meningkatkan kemampuan mereka.

Baca juga: Hasil TKA SD dan SMP 2026: Bahasa Indonesia Lebih Unggul, Matematika Masih Jadi Tantangan

2. Kategori "Memadai"

Diartikan bahwa siswa mulai memahami isi dan struktur teks. Pada kategori ini, siswa sudah memiliki kemampuan literasi yang lebih baik. Anak mampu:

- Mengidentifikasi objek berdasarkan kosakata dalam teks fiksi atau nonfiksi
- Menyusun kembali informasi dalam bentuk ringkasan
- Menyimpulkan ide pokok dan gagasan pendukung
- Memahami tokoh, peristiwa, amanat, dan nilai dalam bacaan

Artinya, siswa tidak hanya membaca, tetapi mulai memahami isi teks secara lebih menyeluruh. Kemampuan berpikir analitis sederhana mulai berkembang.

Dalam tahap ini, anak biasanya sudah mampu menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasanya sendiri atau menjelaskan pesan dari cerita yang dibaca.

3. Kategori "Baik" hingga "Baik-Istimewa"

Pada kategori ini siswa dianggap sudah mampu bernalar dan mengkritisi teks. Siswa dengan kategori ini menunjukkan kemampuan literasi yang lebih tinggi. Mereka mampu:

- Menjelaskan makna ungkapan dalam teks
- Menilai relevansi peristiwa dengan kehidupan sehari-hari
- Menghubungkan isi bacaan dengan pengalaman pribadi
- Menilai hubungan antarunsur dalam teks
- Menyimpulkan respons emosional terhadap karya fiksi

Ini menunjukkan bahwa anak sudah mampu berpikir kritis dan reflektif. Mereka tidak hanya memahami isi teks, tetapi juga dapat menganalisis dan mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Siswa dengan kemampuan seperti ini biasanya lebih mudah berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan memahami bacaan yang lebih kompleks.

Baca juga: Yogyakarta Raih Nilai Rerata TKA Tertinggi Nasional di Jenjang SD dan SMP

Memahami Kategori Kemampuan Matematika

Pada mata pelajaran Matematika, kategori nilai dibagi menjadi:

Kurang: nilai di bawah 33,33
Memadai: nilai 33,33 hingga kurang dari 56,67
Baik: nilai 56,67 ke atas
Baik-Istimewa: nilai 95 ke atas

1. Kategori "Kurang"

Dalam kategori ini anak baru menguasai konsep dasar. Siswa umumnya sudah mampu melakukan prosedur matematika sederhana, terutama operasi hitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian.

Siswa juga dapat menyelesaikan soal kontekstual sederhana yang hanya membutuhkan satu konsep matematika.

Sebagai contoh, anak dapat menghitung jumlah uang belanja atau menentukan hasil penjumlahan biasa. Namun, ketika soal mulai membutuhkan analisis atau lebih dari satu langkah penyelesaian, anak masih mengalami kesulitan.

Pada tahap ini, penguatan konsep dasar menjadi sangat penting agar fondasi matematika anak semakin kuat.

2. Kategori "Memadai"

Anak mulai mampu menyelesaikan soal kontekstual. Siswa dalam kategori ini sudah mampu menyelesaikan permasalahan matematika sederhana menggunakan beberapa langkah penyelesaian.

Kemampuan anak mulai berkembang pada: Bilangan bulat, pecahan, persen, desimal. Artinya, anak tidak sekadar menghitung, tetapi mulai memahami penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, anak mampu menghitung diskon sederhana, membagi makanan menjadi pecahan tertentu, atau menyelesaikan soal cerita yang membutuhkan beberapa tahapan berpikir.

3. Kategori "Baik" hingga "Baik-Istimewa"

Anak mampu bernalar dan menyusun strategi. Pada kategori ini, siswa menunjukkan kemampuan berpikir matematis yang lebih matang. Anak dianggap mampu:

- Menentukan strategi penyelesaian masalah
- Menyelesaikan soal non-rutin
- Memahami berbagai bentuk penyajian informasi seperti tabel, diagram, gambar, atau persamaan matematika
- Menghubungkan beberapa konsep matematika sekaligus

Kemampuan ini menunjukkan bahwa anak tidak hanya menghafal rumus, tetapi sudah memahami cara menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah yang kompleks.

Anak dalam kategori ini biasanya lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran yang membutuhkan logika dan penalaran tinggi.

Baca juga: Nilai Rerata TKA SD, SMP & SMA Yogyakarta Tertinggi Nasional, Apakah karena Tetap Mengadakan ASPD?

Nilai TKA Bukan Sekadar Angka

Penting dipahami bahwa hasil TKA bukan label pintar atau tidak pintar bagi anak. Kategori yang diperoleh justru dapat menjadi peta kemampuan yang membantu orangtua dan guru mengetahui area mana yang sudah kuat dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan.

Anak dengan kategori "Kurang" bukan berarti gagal, melainkan membutuhkan pendampingan lebih pada kemampuan dasar. Sementara anak dengan kategori "Baik" atau "Baik-Istimewa" perlu terus diberi tantangan agar kemampuan berpikirnya berkembang optimal.

Dengan memahami deskripsi kategori TKA secara lebih rinci, orang tua dan guru dapat mendampingi proses belajar anak secara lebih tepat, tidak hanya berfokus pada angka nilai, tetapi juga pada perkembangan kemampuan berpikir dan pemahaman anak secara menyeluruh.

Baca juga: Hasil TKA Jenjang SD dan SMP di Sekolah Negeri dan Swasta, Siapa Lebih Tinggi?

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 29 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)