LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP 2026 diumumkan hari ini. Berdasarkan data, hasil TKA yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga membandingkan hasil berdasarkan status satuan pendidikan, yakni sekolah negeri dan swasta.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP utama berlangsung pada 6-16 April 2026. Kemudian jadwal susulan diadakan pada 11-19 Mei 2026. Sedangkan TKA untuk jenjang SD diadakan pada 20-30 April 2026.
Setiap pelaksanaaan TKA SD dan SMP diadakan dalam empat gelombang ujian. Pada setiap gelombang akan terdapat empat sesi ujian, sehingga jumlah keseluruhan sesinya adalah 16 sesi ujian.
Satuan pendidikan nonformal melaksanakan 1 gelombang ujian yang terdiri dari 4 sesi.
Adapun materi TKA SD dan SMP hanya terdiri atas dua mata ujian tanpa mata pelajaran pilihan, yaitu: Matematika dan Bahasa Indonesia.
Berdasarkan data, hasil TKA SMP/MTs negeri dan swasta tercatat ada perbedaan, di mana sekolah negeri lebih unggul dibandingkan sekolah swasta.
Jenjang SMP/MTsPada tingkat SMP/MTs, sekolah negeri sedikit lebih unggul dibandingkan sekolah swasta.
Bahasa Indonesia:
Negeri: 61,23
Swasta: 59,05
Matematika:
Negeri: 40,65
Swasta: 39,87
Perbedaannya memang tidak terlalu jauh, tetapi tetap ini menunjukkan bahwa performa akademik siswa SMP negeri masih sedikit lebih tinggi.
Berbeda dengan hasil TKA jenjang SD/MI, dimana sekolah swasta justru lebih tinggi disbanding sekolah negeri.
Jenjang SD/MIBahasa Indonesia:
Swasta: 62,85
Negeri: 59,17
Matematika:
Swasta: 46,10
Negeri: 42,45
Hal ini menunjukkan bahwa sejumlah sekolah dasar swasta mampu memberikan capaian akademik yang cukup baik, terutama pada kemampuan dasar membaca dan berhitung.
Namun demikian, simpangan baku di sekolah swasta juga cenderung lebih tinggi. Artinya, kualitas hasil belajar antar siswa di sekolah swasta masih cukup beragam.
Gambaran Umum Pendidikan Dasar IndonesiaSecara umum, hasil TKA 2026 memberikan gambaran bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia mulai menunjukkan hasil yang cukup positif. Namun kemampuan numerasi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi dunia pendidikan.
Seperti diberitakan sebelumnya, siswa Indonesia pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Matematika, baik di tingkat SD maupun SMP.
Baca juga: Hasil TKA SD dan SMP 2026: Bahasa Indonesia Lebih Unggul, Matematika Masih Jadi TantanganBerdasarkan rerata nasional, siswa SD/MI/sederajat memperoleh nilai rata-rata 60,14 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara untuk Matematika, rerata nasional berada di angka 43,41.
Perbedaan serupa juga terlihat pada jenjang SMP/MTs/sederajat. Nilai rata-rata Bahasa Indonesia mencapai 60,83, sedangkan Matematika hanya berada di angka 40,34.
Perbedaan capaian antara Bahasa Indonesia dan Matematika juga menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual, terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan analitis.
Selain itu, hasil ini memperlihatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan status sekolah negeri atau swasta, tetapi juga dipengaruhi metode pembelajaran, kualitas guru, lingkungan belajar, serta dukungan orangtua di rumah.
TKA pada akhirnya bukan sekadar angka, melainkan potret kemampuan dasar siswa Indonesia yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional di masa depan.
(lsi)