Anggaran pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat lagi-lagi jadi sorotan. Setelah pengadaan sepatu yang mencapai Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu, kini pengadaan bingkai foto presiden dan wakil presiden dengan nilai mencengangkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menonaktifkan sementara dua pejabat yang terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Jawa Timur selesai sesuai target yaitu akhir Juni 2026.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan penjelasan terkait isu anggaran pengadaan sepatu untuk murid Sekolah Rakyat yang mencapai angka fantastis yakni Rp27,5 miliar, dengan perkiraan Rp700 ribu per pasang.
Anggaran pengadaan sepatu untuk murid Sekolah Rakyat sedang heboh dibicarakan. Berdasarkan data yang beredar, total pengadaan untuk 39.345 pasang sepatu mencapai Rp27,5 miliar, dengan harga per pasang ditetapkan sebesar Rp700 ribu.
Pemerintah telah menyelenggarakan 166 Sekolah Rakyat. Pada tahun 2026, target pembangunan 104 sekolah permanen serta penambahan unit sekolah rintisan baru dicanangkan. Untuk itu Kementerian Sosial bakal mempercepat pembangunan tambahan Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat berasrama menyediakan fasilitas lengkap dari SD-SMA, makan tiga kali sehari, snack sebanyak dua kali sehari, 8 set seragam, cek kesehatan, hingga laptop. Semuanya gratis. Namun sekolah ini tidak membuka pendaftaran, melainkan penjangkauan.
Pembangunan Sekolah Rakyat hingga saat ini telah memasuki tahap dua. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto segera meresmikan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru hari ini. Simak kesiapan ribuan siswa dan laporan terkini dari lokasi acara di sini.
Sekolah Rakyat memberi harapan baru bagi ribuan siswa dari keluarga miskin, seperti hafizah Oktavianti Riska Fitriasari. Okta yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat Menengan Atas (SRMA) 22 Kota Malang, Jawa Timur, memupuk asa melalui program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Presiden Prabowo Subianto apresiasi capaian 100 Sekolah Rakyat yang sudah berdiri dan gratis untuk anak miskin. Program berbasis Inpres No. 8/2025 ini jadi langkah nyata penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan ada 140 dari 1.500 guru Sekolah Rakyat mengundurkan diri. Santer isu bahwa alasannya adalah karena masalah upah atau insentif yang diterima. Namun hal ini dibantah Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti.