LANGIT7.ID-, Jakarta - - Anggaran pengadaan sepatu untuk murid
Sekolah Rakyat sedang heboh dibicarakan. Berdasarkan data yang beredar, total pengadaan untuk 39.345 pasang sepatu mencapai Rp27,5 miliar, dengan harga per pasang ditetapkan sebesar Rp700 ribu.
Isu ini kemudian viral di berbagai platform media sosial sejak akhir April 2026, hingga memicu kritik terhadap pengelolaan anggaran pemerintah.
Pasalnya, harga tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga sepatu sekolah di pasaran yang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Sebelumnya, beredar informasi bahwa sepatu yang dimaksud adalah sepatu buatan lokal.
Lantas publik pun mengkritisi faktor apa yang menyebabkan harga sepatu dalam program ini bisa melambung hingga berkali lipat dari harga pasar.
Tak hanya soal Harga, namun soal transparansi dalam dokumen pengadaan juga menjadi perhatian. Dokumen yang tersedia disebut tidak mencantumkan spesifikasi teknis secara rinci, seperti jenis bahan maupun standar kualitas produk.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas barang yang akan diterima siswa serta proses pengadaan yang dilakukan.
Baca juga: Kemensos Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Sekaligus Usulkan Penambahan GuruTuntutan akan penjelasan yang lebih terbuka dari pihak terkait muncul. Selain kualitas yang harus sebanding dengan harga, tentu saja proses penentuan vendor dan apakah pengawasan dilakukan dengan serius sudah dilakukan.
Program untuk rakyat seharusnya membawa manfaat maksimal, bukan menyisakan kecurigaan. Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik akan terus terkikis.
Seperti diketahui,
Sekolah Rakyat merupakan salah satu program
Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Sekolah ini menyediakan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Pemerintah menargetkan peserta didik berasal dari kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan verifikasi status ekonomi, dilanjutkan dengan tes akademik.
Baca juga: Tinggal di Asrama dengan Fasilitas Terbaik dan Gratis, Tapi Sekolah Rakyat Tidak Buka PendaftaranSekolah Rakyat dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan standar pendidikan nasional. Selain mata pelajaran formal, kurikulum juga akan menekankan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.
Menteri Sosial
Saifullah Yusuf (Gus lpul) dalam penjelasaanya mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis dan seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi dalam pelaksanaannya.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat anak-anak dari keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
(lsi)