LANGIT7.ID-, Jakarta - - Anggaran pengadaan barang dan jasa program
Sekolah Rakyat lagi-lagi menjadi sorotan. Setelah pengadaan sepatu yang mencapai nilai fantastis yaitu Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu, kini pengadaan bingkai foto presiden dan wakil presiden dengan nilai mencengangkan.
Berdasarkan dokumen realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan Inaproc, total pengadaan untuk bingkai foto presiden dan wakil presiden mencapai Rp4,14 miliar.
Terdapat empat paket pengadaan foto bingkai presiden dan wakil presiden yang tercatat dalam dokumen tersebut. Tiga paket berasal dari anggaran tahun 2025, sedangkan satu paket lainnya menggunakan anggaran tahun 2026.
Pada realisasi pengadaan tahun lalu, Kementerian Sosial mengalokasikan Rp806 juta untuk paket bernama "Pengadaan Non Operasional Foto Bingkai Presiden Wapres". Hingga kini, status pengerjaannya masih tercatat dalam proses, sebagaimana melansir Suara.com, Sabtu (16/5/2026).
Selain itu, kementerian juga membeli paket "Foto Bingkai Presiden dan Wapres SR 1C" senilai Rp519 juta. Ada pula pengadaan serupa melalui kontrak berbeda dengan nilai sekira Rp91 juta.
Baca juga: Dua Pejabat Kemensos Dinonaktifkan Terkait Proses Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah RakyatKemudian pada tahun anggaran 2026, nilai pengadaan meningkat jauh lebih besar. Pemerintah kembali mengalokasikan Rp2,72 miliar untuk pembelian foto bingkai presiden dan wakil presiden dalam satu paket pengadaan.
Dalam paket yang sama, terdapat pula pengadaan figur lambang Garuda untuk kebutuhan ruang kelas Sekolah Rakyat. Barang-barang tersebut disebut akan digunakan sebagai aksesoris dan perlengkapan ruang belajar siswa.
Ramai isu pengadaan barang dan jasa terkait program Sekolah Rakyat ini bukan kali pertama. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan informasi mengenai pengadaan 39.345 pasang sepatu untuk murid Sekolah Rakyat dengan total anggaran Rp27,5 miliar. Perkiraan dari total tersebut, masing-masing sepatu seharga Rp700 ribu.
Hal ini pun menuai sorotan publik yang mempertanyakan mengenai transparansi anggaran. Pasalnya, harga tersebut dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga sepatu sekolah di pasaran yang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Apalagi beredar informasi bahwa sepatu yang dimaksud adalah sepatu buatan lokal.
Baca juga: Heboh Anggaran Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp27,5 Miliar, Harga Per Pasang Rp700 RibuMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul pun memberi penjelasan bahwa anggaran pengadaan sepatu Sekolah Rakyat pada tahun 2026 telah direncanakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan dasar siswa.
Ia memastikan proses pengadaan akan berlangsung transparan serta diawasi ketat oleh lembaga resmi maupun masyarakat luas guna mencegah praktik penyimpangan.
"Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya.
(lsi)