LANGIT7.ID-, Bogor - Sebanyak 17
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai wilayah Indonesia telah resmi memulai layanan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027. Beroperasinya 17 SNT ini ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai pada Senin (10/8).
Salah satu SNT tersebut yaitu SNT 7 Bogor, Jawa Barat dimana
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti, hadir dan menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS.
"Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Instruksi Presiden yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi sejarah baru karena mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027," ujar Menteri Mu'ti meansir laman Kemendikdasmen, Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan, SNT memberikan kesempatan dan layanan pendidikan yang memungkinkan murid dengan kemampuan istimewa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensinya secara lebih optimal.
Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT): Kurikulum, Lokasi dan FasilitasJadi sekolah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan istimewa, khususnya dalam bidang akademik maupun nonakademik serta untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi.
Mendikdasmen meyakini bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam. Karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang dapat memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
"Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045," ujar Mendikdasmen.
Tahap Awal SNTPemerintah pada tahap awal mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota sebagai lokasi pembelajaran. Dengan kata lain, menggunakan bangunan sekolah yang sudah ada.
Pada saat yang bersamaan, pemerintah terus mempersiapkan pembangunan gedung SNT dengan fasilitas yang lebih representatif.
"Pada tahap awal, penyelenggaraan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia dilakukan di fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah. Proses pembangunan sedang dipersiapkan dan diharapkan pada tahun depan Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya," ujar Mendikdasmen.
Baca juga: Mendikdasmen Melantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai Generasi PertamaHari pertama pembelajaran di SNT juga menjadi awal perjalanan baru bagi para murid angkatan pertama. Mereka datang membawa pengalaman, prestasi, cita-cita, serta semangat untuk tumbuh bersama di lingkungan belajar yang baru.
Dimulainya pembelajaran di 17 SNT menjadi langkah awal pemerintah dalam mengembangkan SNT sebagai lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya.
Pemerintah berkomitmen melalui SNT dapat memperluas hadirnya pendidikan bermutu di berbagai daerah sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
(lsi)