LANGIT7.ID-Kairo; Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Istimewa Mesir resmi dilantik pada Selasa (15/09) di Balai Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo. Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran strategis organisasi dalam membangun mentalitas kepemimpinan dan tradisi intelektual kader bangsa di tanah rantau.
Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo, Mohammad Nur Salim, Lc, M.Si., hadir mewakili Duta Besar RI di Kairo. Dalam sambutannya, Nur Salim berpesan agar kader HMI menjadi pelopor dalam tradisi keilmuan sehingga memiliki daya saing ketika kembali ke tanah air.
"HMI kita harapkan menjadi pelopor di dalam kajian-kajian intelektual semacam itu, sehingga kita yang balik ke Indonesia tidak di-underestimate," ujar Nur Salim.
Pesan mengenai peran HMI sebagai wadah pengembangan kader juga disampaikan Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Abdul Gafur, S.IP., LL.M., yang hadir sebagai alumni HMI. Ia menekankan pentingnya organisasi sebagai ruang kolaborasi yang inklusif dan produktif bagi mahasiswa Indonesia di Mesir.
"HMI selayaknya menjadi rumah. Rumah bersama yang produktif. Rumah bagi kita untuk saling mendukung, membangun empati, memperkuat jejaring, dan tentunya untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia dan masyarakat luas," ucap Abdul Gafur.
![HMI Mesir Diminta Hidupkan Kembali Ruh Cak Nur, Ini Pesan Atdikbud KBRI Kairo]()
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D., dalam sesi panel diskusi mengingatkan agar pendidikan tetap menjadi prioritas para mahasiswa di tengah berbagai dinamika global. Ia juga mendorong HMI Mesir untuk menghidupkan kembali tradisi pemikiran intelektual yang diwariskan Kanda almarhum Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur).
"Agar jangan sampai dunia pendidikan dikalahkan oleh dunia lain. Karena yang membuat kita merdeka dan kawan-kawan punya pemikiran mendirikan HMI di Mesir, itu karena pendidikan," tutur Muta’ali.
"Sekarang bagaimana agar HMI Mesir bisa menjadi inisiator, mengembalikan HMI penyambung ruh Kanda almarhum Cak Nur. Maksimalkan studi kalian," lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua HMI Cabang Istimewa Mesir, Ihyasunan, menegaskan dalam pidatonya bahwa pergerakan organisasi berfokus pada pengkaderan dan pendidikan. Ihya juga menyebut salah satu tujuan pergerakan HMI adalah membentuk mentalitas kepemimpinan bangsa.
"Tidak lain organisasi HMI adalah bergerak pada pengkaderan, kaderisasi, pendidikan, serta membentuk mentalitas kepemimpinan bangsa," ucap Ihyasunan.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat baru bagi pengurus HMI Cabang Istimewa Mesir untuk terus berkembang. Para pengurus juga diharapkan mampu menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan prestasi akademik selama menempuh studi di Mesir.
(lam)