Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai wilayah Indonesia telah resmi memulai layanan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai pada Senin (10/8).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, melantik 17 Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan memimpin satuan pendidikan di berbagai daerah.
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dirancang sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu sistem tata Kelola, pembelajaran, pengembangan talenta, serta penjaminan mutu yang berkesinambungan.
Pemerintah melakukan percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Demi mendukung hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau langsung lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan SNT, salah satunya di Jepara.
Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang akan dikembangkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan program terbaru dari pemerintah. Dibanding program yang sudah ada yaitu Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, apa yang menjadi pembeda SNT? Siapa sasaran anak didiknya?
Pemerintah menyiapkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebagai langkah strategis menghadirkan satuan pendidikan berstandar nasional yang terintegrasi, sekaligus menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di berbagai daerah.