LANGIT7.ID-, Madinah - -
Arab Saudi memperluas akses ibadah bagi perempuan di
Kota Madinah. Pemerintah setempat menyetujui pembukaan
ruang shalat khusus perempuan (musalla) di masjid-masjid untuk shalat lima waktu setiap harinya.
Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi, Sheikh Dr Abdullatif bin Abdulaziz Al Alsheikh mengatakan perluasan tersebut tidak hanya berlaku di masjid-masjid besar atau kawasan situs agama, tetapi juga ke masjid-masjid lingkungan.
Baca juga: Mekkah dan Madinah Tembus 10 Besar Kota Paling Banyak Dikunjungi di DuniaSebelumnya, sejumlah
musala perempuan di masjid hanya dibuka pada waktu tertentu, seperti
shalat Jumat,
Tarawih selama Ramadan,
shalat Idulfitri dan
Iduladha, serta periode musim haji.
Adanya kebijakan baru ini, maka jamaah perempuan dapat melaksanakan
shalat lima waktu di dalam masjid-masjid di Madinah.
Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi perempuan yang sedang bekerja, berbelanja, bepergian, atau tengah berkunjung ke Madinah.
Mereka dapat menunaikan shalat tepat waktu tanpa harus kembali ke rumah atau mencari masjid lain yang memiliki ruang shalat perempuan.
Dilansir dari
Haji Gazette, Sabtu (5/9/2026), pelaksanaan kebijakan dilakukan melalui cabang Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan di Madinah di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Sheikh Osama bin Zaid Al-Madkhali.
Selain itu, kementerian juga menempatkan petugas perempuan di area shalat perempuan untuk memperkuat pengawasan dan keamanan. Sebanyak 115 petugas keamanan perempuan ditempatkan di sejumlah masjid bersejarah di Madinah.
Adapun masjid-masjid yang mendapat pengamanan khusus di antaranya Masjid Sayyid al-Shuhada, Masjid Qiblatain, Masjid Khandaq, Masjid Ghamama, Masjid Mustarah, dan Masjid Jumu’ah.
Baca juga: Jejak Perempuan dalam Pelayanan Sosial: Dari Madinah ke JakartaNamun, kebijakan baru tersebut tidak mengubah fasilitas dan operasional di Masjid Nabawi yang memang telah menyediakan ruang shalat bagi jamaah perempuan.
Perluasan pembukaan musala perempuan di masjid-masjid Madinah dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses dan kenyamanan perempuan untuk menjalankan ibadah.
(est)