LANGIT7.ID-, Jakarta - - Dua kota suci umat Islam,
Mekkah dan
Madinah masuk dalam daftar kota yang paling banyak dikunjungi
wisatawan di dunia sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan tahunan
Doyof Al-Rahman (Guests of God) Service Program, "Honor and Impact", Mekkah menduduki posisi kelima dunia sebagai kota dengan turis internasional terbanyak. Sementara Madinah berada di peringkat ketujuh dunia dalam indeks kinerja pariwisata.
Baca juga: Mushaf Al-Qur'an Berusia 1.000 Tahun Jadi Permata Pameran Iqra di MakkahPencapaian tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah jamaah yang datang ke
Arab Saudi. Sepanjang 2025, kerajaan menerima lebih dari 19,5 juta jamaah dari luar negeri.
Angka tersebut terbagi menjadi 18,03 juta
jamaah umrah dan sekitar 1,5 juta
jamaah haji. Jumlah tersebut meningkat 114 persen dibandingkan tahun 2022.
Laporan tersebut menyebutkan, tingginya kunjungan tidak mengurangi kualitas pelayanan. Tingkat kepuasan jamaah haji mencapai 91 persen, sedangkan kepuasan jamaah umrah mencapai 94 persen. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam program Saudi Vision 2030.
Salah satu lokasi yang mengalami lonjakan kunjungan adalah Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Sepanjang 2025, lebih dari 16 juta orang berziarah ke kawasan tersebut. Tingkat kepuasan pengunjung juga meningkat menjadi 88 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 dengan perolehan 57 persen.
Selama 2025, Program Pelayanan Tamu Allah juga menjalankan 87 inisiatif bersama lebih dari 60 instansi dengan tingkat penyelesaian program mencapai 100 persen.
Baca juga: Kisah Umat bin Khattab Hijrah ke Madinah: Saat si Jawara Makkah Menundukkan Ego demi Garis KomandoSelain itu, jumlah situs bersejarah dan destinasi budaya yang telah dikembangkan di Mekkah dan Madinah kini mencapai 87 lokasi. Destinasi tersebut berhasil menarik lebih dari 55 juta kunjungan selama 2025.
Laporan itu juga mencatat lebih dari 184 ribu relawan yang ikut ambil bagian dalam melayani jamaah sepanjang 2025.
Sementara di bidang digital, Arab Saudi menerbitkan 15,03 juta visa untuk umrah, kunjungan, dan keperluan lainnya selama 2025, di mana 83 persennya merupakan visa umrah.
Pakistan, Indonesia, dan Mesir menjadi tiga negara dengan jumlah penerima visa umrah terbanyak. Hal ini menunjukkan tingginya minat umat Islam dari berbagai negara untuk beribadah di Tanah Suci sekaligus mencerminkan keberhasilan Arab Saudi dalam mempermudah akses dan meningkatkan pengalaman jamaah melalui berbagai inovasi layanan. (Sumber: Saudi Gazette)
(est)