LANGIT7.ID-, Madinah - -
Arab Saudi mengumumkan penemuan
sumber daya mineral baru yang mengandung uranium dalam jumlah besar. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyebut sekitar 110 juta ton bijih yang mengandung konsentrasi uranium ditemukan di wilayah
Madinah Al-Munawwarah.
Pengumuman tersebut disampaikan Pangeran Abdulaziz dalam pidatonya pada Konferensi Umum ke-70 Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina.
Baca juga: Menlu Arab Saudi Peringatkan Konflik Makin Meluas, Keamanan Kerajaan Tak Bisa DitawarMeski demikian, pemerintah Arab Saudi belum mengungkap kadar uranium yang terdapat dalam bijih tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan berapa banyak uranium yang secara aktual dapat diekstraksi dari material batuan tersebut.
Arab Saudi juga tengah mengembangkan metode untuk memperoleh uranium sebagai produk sampingan dari proses produksi pupuk fosfat. Sebagai informasi, Arab Saudi dikenal sebagai negara eksportir pupuk fosfat terbesar kedua di dunia.
Lokasi penemuan
sumber daya mineral baru,
Madinah Al--Munawwarah berada di kawasan
Arabian Shield, salah satu wilayah yang dikenal memiliki kekayaan mineral.
Kawasan tersebut mencakup sabuk mineral Jabal Sayid yang selama ini dikenal sebagai lokasi sumber tembaga, emas dan berbagai mineral lainnya, termasuk uranium. Pangeran Abdulaziz sebelumnya juga pernah menyebut keberadaan uranium di kawasan tersebut.
Sebelum temuan terbaru ini, sejumlah kajian geologi memperkirakan
Arab Saudi memiliki sumber daya uranium sekitar 60.000 hingga 90.000 ton. Perkiraan tersebut didasarkan pada survei geologi sebelumnya, termasuk penelitian yang dilakukan bersama China.
Lalu, untuk apa uranium digunakan?
Baca juga: Bahasa Indonesia Semakin Diminati di Arab SaudiUranium menjadi salah satu mineral penting karena atomnya dapat menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar melalui proses fisi nuklir.
Penggunaan uranium antara lain mencakup, pembangkit listrik tenaga nuklir, kapal selam dan kapal induk bertenaga nuklir, reaktor untuk penelitian nuklir, sejumlah aplikasi medis, penelitian sumber energi untuk misi luar angkasa, dan senjata nuklir.
(Sumber: Islamic Information)(est)