Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan mengenai anggaran program sekolah negeri gratis yang menjadi komitmen Presiden Prabowo Subianto. Tidak ada penambahan anggaran khusus dan tak ada relokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CELIOS menyoroti pergantian Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara sebagai Menkeu. Bhima Yudhistira meminta Suahasil berani menjadi rem kebijakan fiskal Prabowo.
Momen santai dan dibumbui dengan canda tawa mewarnai sesi wawancara singkat antara Purbaya Yudhi Sadewa dengan para awak media, usai prosesi serah terima jabatan (sertijab) menteri keuangan dari Purbaya ke Suahasil Nazara, di Jakarta.
Purbaya Yudhi Sadewa telah resmi dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan oleh Suahasil Nazara. Belum ada komentar apa pun dari Purbaya terkait ini, namun unggahan pertama dirinya di media sosial menuai sorotan.
Purbaya Yudhi Sadewa telah dicopot dari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kabar pencopotan ini mencuat usai Purbaya menerima telepon saat sedang mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komite IV DPD di Jakarta.
Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) mendampingi Purbaya.
Wihadi berharap Suahasil mampu menciptakan iklim sistem keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar. Hal itu dinilai penting untuk menjaga sentimen positif pasar dan mendorong perekonomian nasional.
Purbaya Yudhi Sadewa mendadak diganti dan pasar langsung dibayangi ketidakpastian! IHSG dan rupiah diprediksi melemah pada pembukaan perdagangan, sementara perubahan defisit, harga minyak, hingga anggaran MBG ikut disorot.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkena reshuffle kabinet. Posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara. Hal ini terkesan mendadak, pasalnya pelantikan Suahasil dilakukan saat Purbaya masih menghadiri rapat kerja gabungan dengan Komite IV DPD RI.
Wamenkeu mendukung OJK menciptakan sinergi antara Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dan Innovative Credit Scoring (ICS). Hal tersebut untuk memperluas informasi kinerja debitur yang bisa meningkatkan pembiayaan kredit, khususnya bagi UMKM.
Suahasil Nazara mengatakan Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk mendorong ekonomi hijau, seperti energi baru terbarukan yang diproyeksi menghasilkan lebih dari 60 persen pembangkit energi pada 2060.